Rangkuman Rasa Wisata Kuliner Majalengka

WISATA KULINER MAJALENGKA punya ciri khas perpaduan budaya Pasundan dan Cirebon. Kesegaran bahan baku berpadu cita rasa gurih pedas, royal dalam bumbu dan takaran. Tanah subur di kaki Gunung Ciremai ini juga mendukung budi daya agrikultur lain seperti buah-buahan khas semacam mangga, anggur, dan durian.

Beruntung kami diberi kesempatan mencoba beberapa macam kuliner Majalengka dalam rangkaian trip Xplor Majalengka bersama Ayo Jalan Jalan pada 12-17 Oktober 2019 silam. Atraksi/destinasi kuliner Majalengka dalam rangkuman rasa di bawah ini hanya mewakili sebagian kecil saja dari sekian banyak yang bertebaran di seluruh area Kabupaten Majalengka. Semoga setidaknya bisa jadi referensi kuliner Anda!

HIDANGAN KHAS

Serabi (Surabi)

Tak jauh beda dengan serabi (atau ‘surabi’ dalam bahasa Sunda) pada umumnya, hanya saja bentuknya sedikit lebih tebal dan terdapat pilihan topping khas: kentang, oncom, hingga telur. Kami mendapati jajanan ini di Pasar Senggol Sumberjaya (sebelum berkunjung ke sanggar seni Sekar Laras asuhan Darto Je), dimana serabi dimasak langsung di atas tungku kayu bakar dan disajikan panas-panas. Saya paling suka serabi yang sedikit gosong dasarnya, beraroma asap, dan bagian dalamnya lembut ketika dikunyah. Serabi telur jadi favorit saya, sensasinya seperti makan egg benedict versi kearifan lokal, hehehe.

wisata kuliner majalengka serabi

Nasi Liwet

Walaupun budaya ‘ngaliwet’ tersebar pula di wilayah Jawa Barat lainnya, namun bagi kami tiada hari tanpa nasi liwet selama mencoba kuliner Majalengka. Nasi liwet lazimnya disajikan dalam bentangan daun pisang, lalu ditambah ikan goreng/bakar, ikan asin (ini unik karena tiap sajian pasti berbeda jenis ikan asinnya), tahu tempe, aneka lalapan, dan sambel ulek. Duduk ‘ngariung’ santap bersama, ditambah kondisi alam Majalengka yang permai tampaknya jadi salah satu faktor kegandrungan kami. Kapanpun ada kesempatan, hajar saja. Mulai dari hamparan perbukitan kebun bawang di Sayang Kaak, hutan pinus di Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) usai berbasah-basah di Curug Cipeuteuy, hingga di tepi sungai Cikadongdong usai kegiatan river tubing. Sobat nasi liwet mana suaranya???

wisata kuliner majalengka nasi liwet

Kukumbu Kacang

Seumur hidup baru kali ini saya temui masakan Sunda bernama kukumbu kacang (awalnya salah baca ‘kucumbu kacang’ lalu karena penasaran akhirnya mencari tahu lebih jauh). Sajian bertabur bawang goreng ini terhidang di meja buffet resto Fitra Hotel Majalengka tempat kami menginap. Kukumbu kacang berbahan dasar kacang merah dan biasanya disajikan saat hajatan di kampung-kampung. Rasanya gurih manis dengan tekstur lembut. Mungkin cocok disantap dengan nasi timbel, namun berhubung di hotel maka saya padukan kukumbu kacang dengan potato wedges. Enak!

wisata kuliner majalengka kukumbu kacang

BUAH-BUAHAN

Mangga Gincu atau Gedong Gincu

Buah ini mudah ditemui di berbagai lokasi di Majalengka. Buah mangga satu ini cenderung berbentuk bulat, berkulit lunak warna hijau bergradasi jingga kemerahan (mirip pipi ranum bersemu gincu), dengan harum khas mangga dan rasa manis bercampur asam buah. Yang unik kita juga bisa menyantap buah mangga ini berbarengan dengan kulitnya (asal jangan bijinya, camkan itu!). Kami juga sempat melihat kebun mangga gincu siap petik dalam perjalanan menuju Gunung Panten, juga melihat panen mangga gincu saat menuju Curug Sempong.

wisata kuliner majalengka mangga gincu

Anggur 7 Rasa khas Majalengka

Siapa sangka Majalengka berhasil mengembangkan tanaman endemik Brazil, Jaboticaba, menjadi budi daya agrikultur Majalengka, seperti yang dikembangkan oleh kang Deden Purbaya di desa Teja, Kec. Rajagaluh. Tanaman anggur ini berbuah satu dua ataupun bergerombol pada batangnya, berwarna kehitaman (mirip buah kupa/gohok). Daging buahnya berwarna putih, tekstur lunak, berbiji, dan yang unik adalah rasanya yang mirip rasa aneka buah seperti manggis, markisa, leci, dll.

wisata kuliner majalengka anggur brazil

Durian Sinapeul

Nama durian ini diambil dari nama kampung Sinapeul, Kec. Sindangwangi dimana durian ini berasal. Konon durian sinapeul berasal dari 1 induk pohon durian perwira yang cuma satu-satunya di Jawa Barat dan sudah terdaftar di Kementan. Secara fisik, buah durian sinapeul ini memiliki bobot 2-3 kg, berdaging tebal dan berbiji kecil. Daging buahnya punya rasa legit manis dengan tekstur lembut dan warna keemasan. Sayangnya kunjungan kami saat itu bukan pada musimnya, sehingga durian sinapeul yang kami cicipi bukanlah yang terbaik.

wisata kuliner majalengka durian sinapeul

RESTO/KAFE

RM Ibu Usman

Kelebihan makan di RM ini adalah suasana kekeluargaan yang bikin kerasan. Ibu pemilik kedai rajin mendatangi tamu dan menanyakan apakah ada yang kurang atau dibutuhkan. Tamu berasa dimanjakan oleh ibu/nenek sendiri. Sop iga, pepes ikan, pepes tahu, sambel daging, yang terhidang di meja langsung ludes. Saya paling suka sop iga dan sambel daging, cita rasanya campuran masakan Sunda dan Cirebon. Penutup adalah irisan mangga muda cocol bumbu rujak ulek, itu juga atas rekomendasi sang ibu. Aduhai sungguh menyegarkan.

RM Ibu Usman
Jl. Jend. Ahmad Yani 52, Kadipaten, Jatiwangi

wisata kuliner majalengka rm ibu usman

Saung Eurih

Jagonya nasi liwet ini mah. Saung Eurih hadir dalam saung-saung kayu, atau dalam pondok semacam rumah panggung kecil. Paket nasi liwet kami hadir dalam bentangan daun pisang, tumpukan nasi gurih panas, aneka lauk pauk dan lalapan segar. Kelapa muda yang dipesan hadir dalam batoknya. Nikmat tiada tara! Satu yang kurang tinggal alunan musik Sunda, atau gemercik air di taman, atau setidaknya gantungan lonceng bambu yang kan berbunyi tiap terembus angin. Tapi ini tampaknya bisa bikin tamu ketiduran usai menyantap liwet, hahaha. Tapi jujur sajian nasi liwet di Saung Eurih ini adalah salah satu yang terbaik.

Saung Eurih
Lingkungan Margahayu, Cicurug, Kec. Majalengka

wisata kuliner majalengka nasi liwet saung eurih

Kopi Hook

Siapa sangka Majalengka punya beberapa kedai kopi kekinian yang layak jadi tempat hang out sembari kerja daring. Salah satunya Kopi Hook yang punya suasana tenang, bangunan klasik dengan beberapa mural menarik, dan ada kucing gendut yang bermalas-malasan di lantai kafe. Es kopi jadi andalan Kopi Hook, namun karena saat itu malam hari maka saya order kopi sanger panas (kopi drip dengan susu kental manis), dan memesan nasi goreng ala Hook (pakai kencur, cita rasa sedikit pedas rempah namun memang ini yang saya mau). Selebihnya kami tekun bekerja depan laptop dan rebutan WiFi, hahaha. Sebenarnya koneksi nirkabel di Kopi Hook ini lumayan cepat andai tak berebutan dengan 10 laptop & ponsel lainnya.

Kopi Hook
Jl. Margatapa, Majalengka Wetan, Kec. Majalengka (depan Stadion Bola Warung Jambu)

wisata kuliner majalengka kopi hook

OLEH-OLEH KEMASAN

Bolu Mangga Gedong Maja

Sebagai warga Bogor saya terbiasa dengan bolu talas, maka sungguh mati aku jadi penasaran ketika mendapati ada bolu mangga khas Majalengka. Produk bolu mangga Gedong Maja ini terdiri atas beberapa varian, tapi yang jadi favorit adalah original (mangga-vanilla) dan brownies (mangga-cokelat). Bolunya lembut, aroma mangganya harum, rasa mangganya gak bohong, langsung lumer di mulut!

Lokasi di Jl. KH Abdul Halim, Munjul, Kec. Majalengka. Harga bolu sekitar Rp30 ribuan/box, harga pie sekitar Rp20 ribuan/box

wisata kuliner majalengka bolu mangga

Sari Lemon Madu Cilemon

Cilemon yang diminum campur es batu di siang hari bolong itu sungguh nikmat duniawi rasanya. Segar lemon bersemu manis madu, siapa tak tahan. Kami mencicipi Cilemon ini saat berkunjung ke Sukawana Dream Village (SDV) dan merupakan produk asli Sukawana olahan Kang Ehar. Saya lupa bertanya apakah Cilemon ini juga dipasarkan di area Banda Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati mengingat lokasinya yang berdekatan dan bisa dijadikan buah tangan khas.

Selain itu SDV juga masih punya produk jamur krispi dan goreng simeut (belalang) olahan warga sekitar. Jamur krispi-nya gurih renyah cocok jadi kudapan atau teman makan nasi. Belalang krispi-nya belum sempat kami coba, tapi tampaknya layak coba juga. Saya pernah coba makan belalang goreng ala Bangkok, Thailand, rasanya enak mirip udang goreng. Bolehlah lain kali coba belalang goreng ala Sukawana ini.

wisata kuliner majalengka cilemon sukawana

Pangsit Biji Durian & Teh Gelang

Selain itu masih ada pula Pangsit Biji Durian, yang dari namanya cukup bikin penasaran. Bahan bakunya memang terbuat dari biji durian yang mungkin diolah menjadi adonan pangsit. Rasanya seperti pangsit goreng pada umumnya, renyah dan gurih, namun aftertaste-nya menarik karena citarasa duriannya baru muncul belakangan. Cocok jadi kudapan unik karena sepertinya belum ada di wilayah lain.

Teh Gelang Majalengka, disajikan panas-panas dengan aroma kayu bakar dari pembakaran tungku ini yang bikin saya ketagihan menyeruput teh hitam ini. Apalagi disajikan usai kami beraktivitas di Cikadongdong River Tubing yang air sungainya dingin pisan. Badan jadi hangat ceria kembali. Yang unik adalah proses produksi teh gelang ini tidak menggunakan mesin melainkan di-‘gelang’ (remas, giling, gulung) dengan tangan dan disangrai di atas wajan panas.

wisata kuliner majalengka oleh-oleh

PASAR TRADISIONAL

Salah satu aktivitas favorit saya jika sedang traveling salah satunya adalah berkunjung ke pasar tradisional, murni karena bisa mendapatkan perspektif lebih jujur tentang kondisi daerah tsb, interaksi dengan warga lokal, dan yang terpenting dapat menemukan ‘harta karun’ seperti jajanan khas. Contohnya menemukan bakso ikan segar di Pasar Gantong, Belitung, hingga menemukan potongan tubuh babi dijual di Pasar Senen, Yogya. Sekarang mari kita cek ada apa di pasar Rajagaluh, Majalengka.

Ampas Kecap

Ialah sisa bahan pembuat kecap alias kacang kedelai hitam yang lazim jadi bahan masakan rumahan di wilayah Majalengka, Cirebon, Kuningan, dan sekitarnya. Warnanya gelap, rasanya cenderung asin. Olahan ampas kecap ini umumnya dimasak tumis, dan tak dapat ditemui di rumah makan manapun karena hanya disajikan sebagai masakan rumahan.

wisata kuliner majalengka ampas kecap

Gula Cakar

Warna merah muda gula cakar ini jadi menarik perhatian di antara display bumbu masak lainnya di pasar tradisional Majalengka. Gula ini sedianya terbuat dari gula pasir yang dicampur soda kue dan pewarna lalu dicetak (biasanya berbentuk kubus). Cocok dicelup dalam seduhan kopi atau teh. Gula cakar ini konon pertama kali dibuat oleh Tong Teng di kelurahan Tonjong pada tahun 60-an.

wisata kuliner majalengka gula cakar

KULINER MAJALENGKA FAVORIT?

Jadi, bagi saya pribadi terdapat ada dua rasa yang terpatri dalam memori tentang kuliner Majalengka: nasi liwet dan mangga gincu. Yang pertama lebih kepada suasana, yang kedua lebih kepada cita rasa. Jujur saya juga masih penasaran ingin mencicipi anggur 7 rasa lebih banyak dan durian sinapeul pada musimnya.

Kalau kamu apa? Jangan sungkan berbagi pendapatmu, atau mungkin punya rekomendasi wisata kuliner Majalengka apa lagi yang mesti saya coba? Ditunggu komentarnya ya!

 

Disgiovery yours!

About the author

Travel Blogger
2 Responses

Leave a Reply