Nostalgia 1 Dekade Trip Ujung Kulon Bersama Blogger Multiply

2008 bisa dibilang tahun kejayaan blogger Multiply(dot)com, setidaknya menurut pengalaman saya. Seminggu sekali pasti ada kopdar, ketika bulan puasa malah bisa tiap hari ada acara bukber dengan batch blogger yang berbeda (untung saya tinggal di selataaaaaaan Jakarta jadi terhindar dari foya-foya tiap malam, hahaha!). Tiap kopdar pasti daftar kontak di memori ponsel (baik hape Nokia ataupun Esia) bertambah. Panen raya.

Lalu kami pun mengadakan trip Ujung Kulon ke ujung barat pulau Jawa. Bisa dibilang ini open trip perdana yang saya ikuti. Pesertanya 20an orang, 90% blogger Multipy, sisanya terpaksa buka akun Multiply setelah trip Ujung Kulon ini. Namanya juga program member get member, hahaha!

trip ujung kulon sampan
Naik sampan menuju perahu yang kan membawa kami ke Peucang

Pulau Peucang nan Indah Permai

Peradaban terakhir adalah desa Sumur, Kab. Pandeglang, Banten, sebelum kami berlayar selama hampir 3 jam mengarungi selat Sunda (yang sudah berbatasan langsung dengan Samudera Hindia) menuju pulau Peucang. Pulau ini bisa dibilang base camp bagi mereka yang sedang berkunjung ke Taman Nasional Ujung Kulon. Terdapat kantor jagawana dan beberapa pondok kayu untuk tamu menginap, selebihnya hutan lebat. Walau kecil, tapi pulau ini pun dihuni oleh kawanan monyet, rusa, merak, dan babi hutan yang tak sungkan menghampiri pondok-pondok kami di malam hari.

Baca juga: Pulau Peucang Indahnya Bukan Kepalang

trip ujung kulon dermaga peucang
Hello, Peucang! Nice to see you!
trip ujung kulon pantai peucang
Bersantai di pantai Peucang, mungkinkah ini cikal bakal sekte ubur-ubur?
trip ujung kulon night eyes
Semacam nightmare ketika malam hari keluar pondok ternyata banyak ‘mata-mata’ mengintai seperti ini

Tanjung Layar Penghujung Barat Pulau Jawa

Menyeberang kami dari Peucang ke Cibom, lalu menyusuri jalan setapak menembus hutan belantara menuju Tanjung Layar, titik terbarat pulau Jawa. Terbiasa dengan pepohonan berusia ratusan tahun di Kebun Raya Bogor, saya malah merasa lebih asing lagi dengan pepohonan di Ujung Kulon ini. Seakan-akan semua lebih purba. Liar. Bisa jadi terdapat beberapa bagian hutan yang belum tersentuh sama sekali oleh manusia. Tanjung Layar mempunyai mercu suar dan beberapa bangunan peninggalan Belanda lainnya, namun kami semua sudah kecapekan untuk eksplorasi hingga akhirnya memutuskan kembali ke Peucang.

trip ujung kulon cibom
Cibom adalah pintu masuk menuju Tanjung Layar
trip ujung kulon hutan cibom
Trip Ujung Kulon ini mempertemukan kami dengan pohon-pohon raksasa
trip ujung kulon tanjung layar
Tanjung Layar! Di ujung sana ialah mercu suar peninggalan Belanda. Di bawahnya terdapat ‘lembah Jurassic’ yang tak sempat kami jelajahi. Next time, yes!

Upacara Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus

Pagi hari berikutnya semua yang berada di pulau Peucang pun berkumpul di lapangan untuk mengikuti upacara Hari Kemerdekaan RI ke-63. Khidmat menyanyikan lagu Indonesia Raya sambil memberi hormat kepada bendera merah putih. Usai upacara, dua grup yang kebetulan sedang berada di pulau ini langsung memperkenalkan diri sambil mengusung deklarasi masing-masing. Grup sebelah ternyata para pegiat Yayasan Keluarga Istimewa Indonesia dengan ikrar melindungi dan mendidik anak dengan autisme, sementara kami para blogger mengusung gerakan Travel Warning: Indonesia is Dangerously Beautiful.

upacara bendera upacara bendera upacara bendera

Berburu Banteng di Cidaon

Berburu foto banteng tepatnya. Dari dermaga Cidaon kami menyusuri jalan setapak hingga akhirnya tiba di sebuah tanah lapang dalam hutan dengan sebuah menara gardu pandang. Kawanan banteng yang mencari makan sudah tak tampak karena kami datang kesiangan (akibat mengikuti upacara terlebih dahulu di Peucang). Tak apa, kami bisa bergantian main banteng-bantengan, hahaha! Saya sempat berjalan kaki sendirian ke ujung tanah lapang namun segera berbalik. Ngeri, cuy! Sepi yang menggigit nyali, dan kau tak pernah tahu apa yang mengintai di balik rimbun semak dan rimba.

padang rumput cidaon
Menanti banteng tak kunjung tiba di padang rumput Cidaon
dermaga cidaon
Duduk-duduk (berharap tukang bubur lewat) di dermaga Cidaon menghadap pulau Peucang
cidaon pantai
Banyak ‘daon-daon’ di pantai Cidaon

Pemotretan Utama Trip Ujung Kulon

Fitrah kami adalah doyan foto-foto, makanya pada nurut-nurut saja ketika disuruh bawa dress code putih/merah untuk pemotretan utama trip Ujung Kulon ini. Lokasi cukup di pantai Peucang saja yang memang indahnya kebangetan. Semua demi konten, hahaha! Kami juga membawa properti pemotretan berupa sebuah bendera merah putih ukuran 2×5 meter yang kemudian diberikan kepada kantor jagawana Taman Nasional Ujung Kulon di pulau Peucang.

pantai peucang
GAYA MOTRETNYA BIASA AJA KALI, MAS! #KZL
pantai peucang
Perjuangan membentangkan bendera, anginnya gede!
trip ujung kulon foto keluarga
Foto keluarga is a must!

Snorkeling Pertama & Perjalanan Pulang yang Menegangkan

Trip Ujung Kulon ini ditutup dengan acara snorkeling di Citerjun. Saya sempat latihan ala kadarnya di pantai Peucang, namun tak ayal tetap merasa deg-degan karena inilah pengalaman snorkeling pertama saya di laut lepas! Begitu nyemplung dan melihat ke bawah air, langsung gelagapan saya, hahaha! Dunia yang sungguh berbeda. Formasi terumbu karang yang masih asing di mata, karang meja yang besar-besar, gradasi biru gelap menuju kedalaman antah berantah, sungguh bikin keder.

Tapi uji nyali sebenarnya adalah tatkala kapal kami dihempas badai dalam perjalanan kembali ke desa Sumur. Sungguh mati semua jadi ingat mati pada saat itu. Kisah lengkapnya ada di tautan di bawah ini.

Silakan baca: Kala Badai Menerjang di Selat Sunda

snorkeling citerjun
Ada dugong ikut terjun di Citerjun, hahaha!
snorkeling citerjun
Berusaha tak sampai tepi karena karangnya ternyata tajam-tajam, hiks!
ombak besar
Kala gelombang tinggi menyapa. Semua penumpang di dek depan basah kuyup!

Tak terasa sudah 1 dekade saja trip Ujung Kulon kami. Banyak di antara blogger-blogger Multiply ini sudah tak aktif lagi di kancah blogging, menyisakan sedikit di antaranya yang masih aktif menulis (seperti saya yang enggan keluar dari zona nyaman, hahaha!). Tapi setidaknya kami masih terkoneksi via Facebook.

Masih ada satu segmen tambahan di bawah, namun jika Anda tak berkenan melihat materi dewasa, maka cukup sudahi sampai di sini. Terima kasih atas kunjungannya, silakan baca-baca postingan saya yang lain, ya! 😉

 

Disgiovery yours!

Catatan: foto-foto diambil dari koleksi pribadi dan comot sana-sini dari kamera teman-teman yang lain, thank you all! 

travel warning
OUR FAVE TRAVEL WARNING!

.

.

.

.

.

Gejolak Kawula Muda

(Warning: Adult Content)

Diumbar aib, dibuang sayang. Namun jika Anda sudah cukup umur dan open minded maka silakan meneruskan. Berikut sedikit dari banyak momen kebinalan keriaan kami selama trip Ujung Kulon yang takkan terlupa.

kawula muda
AKIBAT MENYODOK KENANGAN TERLALU DALAM
kawula muda
PEMANFAATAN BENDA DI SEKITAR TUK KESENANGAN SESAAT
kawula muda
WOY TANGANNYA WOY!
About the author

Travel Blogger

Leave a Reply