Pesona Suvarnabhumi di Solo Batik Carnival 2019

Solo Batik Carnival 2019 adalah ajang budaya tahunan kota Solo yang sudah menginjak pergelaran ke-12 (dan sudah termasuk dalam Top 100 event pariwisata Nasional). Bangga karena pada akhirnya saya & rekan blogger/media lainnya turut diundang meliput kemeriahan acara ini oleh Dinas Pariwisata Pemkot Surakarta, sebagai salah satu agenda dalam kegiatan Solo City Flashpacker Famtrip 2019 yang kami ikuti.

solo batik carnival

Dari Solo untuk ASEAN

Solo Batik Carnival kali ini sungguh istimewa akan kehadiran saya gubernur Jawa Tengah, bapak Ganjar Pranowo. Sosoknya yang kharismatik sungguh membuatnya jadi idola rakyat banyak bahkan di seluruh Indonesia. Dari jauh pun orang-orang sudah riuh rendah memanggil: “Pak Ganjar! Pak Ganjar!”

Beliau hadir dalam kostum karnaval ala Timor Leste (andaikan ada pemilihan model pria mapan mungkin pak Ganjar sudah cocok mendaftar dengan postur jangkung dan rambut perak begitu), dengan didampingi bapak wakil walikota Surakarta (pak FX Hadi Rudyatmo) dan perwakilan Kemenpar RI (ibu Esti) membuka secara resmi ajang tahunan Solo Batik Carnival 2019.

Karnaval tahun ini mengusung tema Suvarnabhumi (the Golden of ASEAN), dengan tujuan memperkenalkan batik Solo untuk ASEAN. Maka tak heran jika peserta defile juga menampilkan parade budaya 11 negara anggota ASEAN dalam sentuhan batik dan warna keemasan. Rute karnaval ini dimulai dari kawasan Sriwedari, Slamet Riyadi, hingga Jend. Sudirman. Total peserta sebanyak 130 orang, dengan penonton sebanyak ribuan orang memadati sisi jalan yang dilalui.

solo batik carnival ganjar pranowo
Wow, dilirik pak gubernur idola itu rasanya…. 😉
solo batik carnival opening
Lokasi panggung yang begitu jauh dengan tribun media, membuat saya harus puas dengan hasil maksimal lensa tele 210mm ini.

Parade Solo Batik Carnival 2019

Berhubung dalam jangka waktu tak lama sebelumnya saya juga meliput ajang Semarang Night Carnival 2019 dan Bandung Asia Africa Carnival 2019, maka mau tak mau saya jadi punya perbandingan tersendiri secara pribadi. Kelebihan Solo Batik Carnival ini ialah ia punya ‘batik’ sebagai benang emas keseluruhan acara. Walau tema karnaval berganti tiap tahun, namun ‘batik’ selalu menjadi ikon dari ajang ini hingga bahkan kalangan awam pun dapat melihatnya. Pada kesempatan meliput acara ini juga saya dapat lebih leluasa mengambil konten di starting point (berbeda dengan karnaval di Semarang & Bandung) karena tak bercampur dengan penonton umum.

solo batik carnival
Bagi saya ini kostum jawara karena begitu detail, bahkan modelnya pakai soft lens khusus, KEREN!
solo batik carnival
Bak putri kerajaan batik
solo batik carnival
Defile dari Semarang Night Carnival pun turut serta memeriahkan

TAPI terkadang ada beberapa petugas keamanan yang sepertinya kurang bahagia instruksi hingga reaksi mereka kurang ramah pada media peliput. Padahal kami sudah pakai ID card lho, secara resmi memang diundang untuk meliput, tapi nasib kami diusir sana-sini. Mana tribun untuk media jaraknya sekitar 100 meter dari panggung utama. Ini butuh lensa tele 500mm untuk dapat mengambil gambar pak gubernur secara jelas di atas panggung. Saran saya, sediakan tribun atas dekat panggung untuk media (dengan ID card resmi), berseberangan dengan tribun tamu VIP. Dengan ini, kami leluasa mengambil gambar panggung, peserta karnaval, hingga tamu-tamu undangan tanpa mengganggu lalu lalang defile. Dan memudahkan petugas keamanan juga untuk memantau situasi.

solo batik carnival peserta anak
Mirip Jan Ethes, saya sudah siap membidik peserta termuda ini dari jauh, begitu sudah dekat tiba-tiba bapak sekuriti ini melenggang depan kamera T_T

solo batik carnival

Pandangan Mata dari Jalan Raya

Saya juga sempat melihat kondisi jalan Slamet Riyadi untuk melihat betapa antuasiasnya masyarakat menyaksikan karnaval ini. Seperti biasa, kalau ada keramaian, pasti ada tukang jualan, supaya pada bisa jajan, dan… sampah pun berserakan. Huffft! Tapi saya yakin setelah acara usai pasti petugas kebersihan kota akan langsung mengatasi hal ini (sama halnya dengan karnaval sejenis di Semarang & Bandung). Masyarakat juga gemar menghentikan langkah peserta defile semata-mata demi foto bersama. Ya sudahlah, sepanjang tidak menganggu keseluruhan acara, biarkan mereka menikmati pesta rakyat tahunan ini.

solo batik carnival foto selfie solo batik carnival crowd

Secara keseluruhan, saya senang bisa turut hadir menyaksikan Solo Batik Carnival 2019 secara langsung (dan tak menolak jika diundang lagi, hehehe). Kamu juga bisa melihat keseruan ini lewat video YouTube di bawah ini. Jangan lupa kasih komentar, like, dan subscribe Disgiovery ya! 🙂

Disgiovery yours!

About the author

Travel Blogger
2 Responses
  1. Terimakasih sudah berkunjung ke SOLO / SURAKARTA Hadiningrat dan bertemu blogger lokal seperti saya mas gio, akhirnya ketemu juga ya wkwkwk..
    .
    Besok kalau dolan Solo Kabar Kabar ya mas bro..
    .
    Wah tulisannya bisa buat referensi nih hehehe..

    1. Wahai mas Dhanang blogger Solo idola kita semua, terima kasih juga atas hospitality-nya, saya pasti kembali ke Solo karena masih banyak yang harus dijelajahi! 🙂

      Hahaha, siappp silakan dijadikan referensi mas, matur nuwun sanget! 🙂

Leave a Reply