Pulau Peucang Indahnya Bukan Kepalang

Pulau Peucang merupakan pulau yang ‘menyempil’ di ujung timur Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Banten. ‘Peucang’ dalam bahasa setempat adalah rusa/kancil, meski ada juga yang bilang bahwa ‘peucang’ adalah nama sejenis siput yang dapat ditemukan di sekitar wilayah tsb. Perjalanan menuju ke pulau Peucang dapat ditempuh dengan 2-3 jam perjalanan laut dari desa Sumur di perbatasan Taman Nasional.

Pulau kecil seluas kurang lebih 450 hektar ini menjadi basecamp petugas jagawana TNUK dimana terdapat juga beberapa bangunan penginapan. Biasanya pengunjung yang transit di pulau Peucang lebih memusatkan kegiatannya di luar pulau seperti menyeberang ke Cibom (mercu suar kuno Tanjung Layar), Cidaon (melihat banteng/merak/badak), atau Citerjun (air terjun & aktivitas air). Namun tak ada salahnya untuk fokus saja pada pulau Peucang, karena sesungguhnya ada hal-hal menarik lainnya yang bisa dilakukan di pulau ini.

Baca juga: Nostalgia 1 Dekade Trip Ujung Kulon bersama Blogger Multiply

pulau peucang gate
Welcome to Pulau Peucang!

Hutan Hujan Bukan Buatan

Hutan di pulau Peucang termasuk ke dalam hutan hujan tropis dataran rendah. Pulau ini terbagi dalam beberapa blok berdasarkan ciri khas vegetasinya (ada padang rumput, rawa, cekungan, dll). Namun yang paling mencolok adalah pohon ficus atau ara pencekik, tumbuhan parasit yang melilit pohon lain untuk hidup. Akar-akar ara pencekik ini bagai tentakel gurita raksasa yang melilit pohon inangnya, mencekik dan menumpang hidup hingga sang inang mati. Mirip-mirip warganet yang suka panjat sosial, deh! Memasuki hutan hujan di pulau ini bagai memasuki dunia lain karena banyak tetumbuhan yang baru pertama kali saya lihat.

pulau peucang
Foto keluarga warganet bersama pohon ara pencekik
pulau peucang
Dalam hutan ada saja sisa pohon tumbang yang menutupi jalan

Taman Safari Mini

Tak ada hutan tanpa hidupan satwa. Bahkan di pulau kecil ini pun terdapat beberapa jenis satwa liar yang dapat ditemui pengunjung. Ada burung rangkong/enggang alias hornbil (burung berwarna hitam dengan paruh kuning besar yang keberadaannya sudah semakin langka), rusa, lutung, babi hutan, biawak, hingga aneka jenis serangga.
Hanya di pulau Peucang tempat dimana kau bisa duduk di teras penginapan menikmati makanan sambil ditemani rusa, monyet, atau kalau tak keberatan oleh babi hutan. Jadi misal ditanya kesan-kesan berkunjung ke pulau Peucang maka kau sah saja bilang: “Kami makan sama babi hutan!” Karena demikianlah adanya.

pulau peucang rusa
Karena tak pernah dikasari, rusa hutan ini tampak tak takut dengan manusia, hanya malu-malu saja
pulau peucang babi hutan
Babi hutan pun tak sungkan datang ke halaman wisma tuk mencari jodoh makan
pulau peucang nocturnal
Malam hari kebelet pipis, begitu buka pintu kamar hendak ke toilet, tampaklah penampakan ‘mata-mata’ ini

Main Air Sepuasnya

Berenang-renang bisa dilakukan di pantai timur (sisi dermaga). Pasir putihnya demikian halus lembut dan airnya pun sejuk dan jernih. Susuri saja pantainya ke arah selatan maka akan kau temui banyak spot yang cantik untuk snorkeling. Aktivitas scuba diving juga bisa dilakukan di sekitar perairan Karang Copong, Karang Care, dan Cidaon. Ada banyak hidupan laut dan ikan-ikan besar di sini. Tapi hati-hati dengan arusnya yang kuat. Intermediate diving skill is required. Monmaap nih, tak ada foto-foto bawah air karena tak ada yang bawa kamera/action cam, hahaha!

pulau peucang pantai
Keluarkan semua bebanmu! Bebaskan, lepaskan!
pulau peucang pantai
Hati-hati cinlok, mz!

Sunset View Karang Copong

Karang Copong adalah sebuah batu karang besar berlubang (copong) yang terletak di bagian utara pulau, sekilas mengingatkan kita pada Tanah Lot, Bali. Tiada batas yang menghalangi ketika bola jingga itu pelahan memerahkan langit sebelum tenggelam di ujung horison. Sayangnya cuaca sedang berawan ketika kami menyambangi lokasi ini. Namun lanskap di sekitar cukup menarik untuk diabadikan seperti formasi bebatuan karang dan dahan-dahan pohon yang menjuntai rendah. Lokasi ini juga ideal untuk memancing. Mancing mania, mantap!

Baca juga: Kala Badai Menerjang di Selat Sunda

pulau peucang sunset
Karang copong (kiri) terpisahkan ombak pasang
pulau peucang sunset
Suasana matahari terbenam di pulau Peucang

Dolce Far Niente in Pulau Peucang

Dolce far niente ialah istilah populer di kalangan pejalan yang bersumber dari bahasa Italia yang terjemahan bebasnya kira-kira: “bersenang-senang tanpa melakukan apapun”. Dan tepian pantai di timur pulau Peucang adalah lokasi yang ideal untuk tidak melakukan apapun. Rebahkan saja badanmu di keteduhan, rasakan kaki menumpu halus di pasir putih nan lembut, dengarkan kicau burung dan bebunyian satwa hutan di kejauhan, gemersik angin di dedaunan, debur ombak, rasakan kedamaian pelahan melingkupi. Percayalah, berjam-jam bersantai di pantai sedamai ini sungguhlah layak dilakukan.

pulau peucang
Penampakan pulau Peucang dari sisi utara
pulau peucang
Berjalanlah ke selatan untuk mendapati pantai yang lebih landai dan luas

Jadi, jangan cuma singgah, tapi mari jelajahi Peucang sambil tetap menjaga keasrian alamnya.

 

Disgiovery yours!

About the author

Travel Blogger

Leave a Reply