Paspor Hilang Kena Denda 1 Juta? Tenang, Ini Penjelasannya!

PASPOR HILANG malah kena denda? Sudah jatuh tertimpa tangga!

Demikian beberapa headline berita yang saya baca akhir-akhir ini menanggapi peraturan baru Ditjen Imigrasi mengenai denda paspor hilang sebesar 1 juta Rupiah. Banyak warganet yang tampak gusar dengan pengumuman ini lalu mulai menyebar headline berita ini disertai komentar-komentar sumbang.

Saya tak mau ikut negatif terpancing headline, dan memilih tuk membaca artikel dari beberapa lembaga penyiaran secara lengkap.

Paspor adalah Dokumen Negara

Jika KTP adalah identitas warga yang berskala nasional, maka paspor adalah ‘identitas negara’ yang punya cakupan internasional. Tiap warga negara berhak mengajukan permohonan paspor TAPI tak semua orang layak mendapatkannya.

Ibarat kata, paspor adalah lisensi resmi dari negara supaya pemegangnya bisa menyeberang lintas batas. Lisensi ini sangat rentan dan bisa ditarik/dicabut kapanpun oleh negara apabila terindikasi disalahgunakan, misalkan untuk TKI ilegal, overstay, trafficking, kegiatan kriminal, atau bahkan terorisme. Penyalahgunaan lisensi negara ini bisa mempengaruhi martabat bangsa di mata dunia, lho!

Oleh karena itulah negara sungguh berharap supaya mereka yang sudah memegang dokumen negara alias paspor ini untuk dapat menjaganya sebaik-baiknya. Jangan sampai rusak apalagi hilang atau jatuh ke tangan yang tidak berhak.

paspor hilang rusak
Tahukah kamu, bahkan paspor rusak atau habis masa berlaku pun harus disimpan baik-baik karena akan dibutuhkan pada saat penggantian paspor baru

Bagaimana Mengurus Paspor Hilang

Dalam hal penggantian Dokumen Perjalanan Republik Indonesia karena hilang, dokumen perjalanan tidak dapat langsung diberikan, melainkan harus melalui pengawasan berupa pemeriksaan yang dituangkan dalam berita acara pemeriksaan (BAP).

Apabila kita mengikuti 3 langkah berikut ini dengan cermat dan saksama, maka saya jamin mengurus penggantian paspor hilang bukanlah teror yang harus dihindari.

– Membuat laporan kehilangan paspor di kantor kepolisian

– Melapor kepada kanim penerbit atau domisili untuk penggantian paspor baru, dengan membawa:
1. Dokumen pribadi sesuai syarat permohonan paspor (KTP, KK, akte lahir, ijazah dll lengkap dengan salinan fotokopi)
2. Surat keterangan kepolisian tentang kehilangan paspor
3. Surat keterangan kelurahan tentang musibah yang terjadi (kebanjiran/kebakaran/gempa bumi) sehingga mengakibatkan paspor hilang/rusak

– Menjalani proses BAP (Berita Acara Pemeriksaan)
Bagi yang belum paham, proses BAP yang harus dijalani adalah wawancara dengan petugas imigrasi setempat, tentunya berhubungan dengan paspor yang hilang. Setelah wawancara selesai, biasanya pemohon diberi waktu tenggang sekitar 1 minggu untuk menunggu turunnya keputusan dari Kepala Kantor Imigrasi.

Apabila dalam pemeriksaan BAP ditemukan adanya unsur kecerobohan atau kelalaian, disertai alasan lain yang tidak dapat diterima, maka penggantian paspor baru dapat ditangguhkan selama 6 (enam) bulan sampai paling lama 2 (dua) tahun, sekaligus dikenakan denda.

Catatan: perihal paspor hilang di luar negeri akan dibahas di artikel terpisah.

Biaya Denda Paspor Hilang atau Rusak

Peraturan baru imigrasi ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Paspor hilang = Rp1.000.000 atau satu juta rupiah
Paspor rusak = Rp500.000 atau lima ratus ribu rupiah

denda paspor hilang

Bagaimana Kalau Paspor Hilang atau Rusak karena Musibah

Tenang, bagi yang mengalami kehilangan/kerusakan paspor akibat tertimpa musibah (kebakaran/kebanjiran/gempa bumi atau lainnya) maka tidak akan dikenakan masa penangguhan dan yang penting TIDAK KENA DENDA. Setidaknya hal ini tertuang dalam pasal 41 Permenkumham No 8 Tahun 2014 Tentang Paspor Biasa dan Surat Perjalanan Laksana Paspor. Berikut detailnya:

Pasal 41

(1) Dalam hal dari hasil pemeriksaan diperoleh petunjuk Paspor biasa hilang atau rusak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 ayat (1) huruf c dan huruf d disebabkan karena:

a. musibah yang dialami oleh yang bersangkutan antara lain kebakaran, kebanjiran dan gempa bumi, dapat diberikan penggantian langsung;
b. ditemukan adanya unsur kekurang hati-hatian dan terjadinya kehilangan di luar kemampuan pemegang Paspor biasa, diberikan penggantian Paspor biasa;
c. ditemukan adanya unsur kecerobohan atau kelalaian disertai alasan yang tidak dapat diterima, pemberian Paspor biasa dapat ditangguhkan paling sedikit 6 (enam) bulan sampai dengan paling lama 2 (dua) tahun.

(2) Penggantian Paspor biasa karena hilang atau rusak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenakan biaya denda sebagai berikut:

a. disebabkan karena musibah, dibebaskan dari pengenaan denda;
b. disebabkan karena kekurang hati-hatian tanpa unsur kesengajaan, dikenakan denda sebesar biaya Paspor biasa yang hilang atau rusak; dan
c. disebabkan karena kecerobohan, dikenakan denda 2 (dua) kali lipat dari biaya Paspor biasa yang hilang atau rusak.

Demikian informasi yang dapat saya bagi mengenai kasus paspor hilang/rusak dan denda yang dikenakan. Semoga kita semua dapat menjaga paspor masing-masing dengan sebaik-baiknya.

 

Disgiovery yours!

Baca juga:
Balada Paspor Rusak: Buat BAP Janganlah Gentar
Balada Paspor Rusak: Ganti Paspor di Kanim Jaksel
Syarat Ganti Paspor Biasa ke e-Paspor
Pengalaman Ganti Paspor Biasa ke e-Paspor via Mal Pelayanan Publik
Cara Mudah Mendapatkan Antrean Paspor Online

About the author

Travel Blogger

Leave a Reply