Overland Flores: Perjalanan 10 Jam Bajawa-Maumere-Larantuka

OVERLAND FLORES malam ini juga? Bajawa-Maumere? Gila ko?

Saya terpingkal pada pesan yang dikirim kawan saya, orang Bajawa asli. Saya tahu ia berseloroh, walau tampaknya  kecewa karena saya tak jadi menginap di kota kelahirannya.

Tapi mau bagaimana, kedatangan kami ke Bajawa telat 24 jam akibat penerbangan Kupang-Bajawa yang di-cancel sehari sebelumnya sehingga membuat kami harus langsung bergerak ke timur.

Maka diputuskan kami akan overland malam ini juga dari Bajawa ke Maumere via Ende. 7 jam berkendara menempuh 267 km jalan darat berliku. Apapun yang terjadi, terjadilah.

Rute jalan dari Bajawa ke Maumere tampak berliku

Bajawa-Ende

Kabut Wolobobo menyelubungi alam seiring kami meninggalkan Bajawa. Suasana di luar jendela mobil hanya kelabu pekat dan siluet pepohonan.

Rombongan kami terdiri atas 3 mobil, namun 1 terdepan sudah ngacir duluan sehingga hanya 2 terakhir yang melaju beriringan. Sebelum berangkat kami sudah mewanti-wanti sang sopir: “Nyetir aman ya Oom, jangan bikin mabok.” Gaskeun!

Gelap datang ketika kami mulai menempuh jalan Trans Flores yang berkelok-kelok. Walau sopir kami mengendarai mobilnya dengan aman, namun saya tak bisa tertidur walau mata terpejam. Guess I got too excited.

wolobobo bajawa
Wolobobo di Bajawa, Kab. Ngada, ini masuk nominasi API 2021 kategori Dataran Tinggi

Setelah hampir 3 jam menempuh jalan berliku, kedua mobil menepi. Ternyata salah seorang kawan di mobil depan mabuk perjalanan. Saya ikut turun dari mobil dan samar mendengar bunyi ombak.

“Ini sudah di Ende?”

Benar, namun tepatnya di kawasan Blue Stone Beach di Kabupaten Ende. Waktu tempuh ke kota Ende sendiri masih sekitar 1 jam perjalanan ke depan. Sopir kami sempat mengambil beberapa buah batu biru kehijauan dari tumpukan di sisi jalan dan menyerahkannya pada kami. “Oleh-oleh blue stone,” katanya.

overland flores bajawa
Kabut Wolobobo melepas kepergian kami menuju Maumere
overland flores blue stone beach
Meluruskan kaki, andai hari terang pasti sudah melipir ke pantai Blue Stone di sisi jalan

Ende-Maumere

Kami singgah di kota Ende untuk makan malam. Menu ayam goreng lalapan sambel cobek pada sebuah kedai di Jl. Kelimutu. Ah, Kelimutu. Rencana menyaksikan sunrise di danau Kelimutu harus pupus kali ini karena kami harus memburu waktu ke Maumere.

Saya sudah tak melihat penunjuk waktu ketika kami melanjutkan perjalanan. Habis makan kantuk datang. Sayup saya dengar sang sopir mulai memasang musik dan menginjak gas lebih dalam. Tampaknya ia hendak menangkal kantuk dan sudah tak tahan ingin lekas sampai. Watak sopir Flores keluar, hahaha!

overland flores jalan malam
Sopir mulai ngebut melibas tikungan, sodara-sodara!

Ingatan terakhir yang saya tangkap adalah pergerakan tubuh penumpang yang miring ke kiri tak habis-habis, mungkin kelokan yang kami lalui nyaris membentuk lingkaran. Lalu miring ke kanan, juga tak habis-habis. Mereka bilang jalur Ende-Maumere ini memang yahud kelokakannya. Lalu saya jatuh tertidur.

Menjelang pukul 2 dini hari, rasanya seperti mimpi ketika akhirnya kami bisa merebahkan diri di Hotel Sylvia, Maumere. Etape 1 Bajawa-Maumere selama 7 jam tuntas!

Oya, seorang kawan di kota Ende sempat datang menjumpai sewaktu kami singgah makan
Tiba di kamar hotel di Maumere, seorang petugas sempat membetulkan key access yang rusak dan remote AC yang habis baterai. Ini kapan kami tidurnyaaa, zzzzzzzzzz!

Maumere-Larantuka

Hanya beberapa jam di Maumere, setelah kunjungan ke Galeri Akusikka dan makan siang kami langsung lanjut overland ke Larantuka. Waktu tempuh sekitar 3 jam berkendara melintasi 128 km jalan darat. Laksanakan!

Rute Maumere ke Larantuka tampak lebih santai susur pantai

Berhubung perjalanan dilaksanakan pada siang hari, maka kami dapat melihat-lihat pemandangan sepanjang jalan. Rute yang kami tempuh kebanyakan menyusuri pantai dan melintasi persawahan hijau. Kami sempat berhenti sebentar pada sisi sebuah teluk yang menampakkan pulau Konga. Ah, Flores nan indah.

Para duta API sempat IG live sejenak di Galeri Akusikka yang kebetulan masuk nominasi API 2021 kategori Destinasi Belanja
overland flores larantuka
Terpesona pulau Konga (photo by Leonard_c4me)

Kampung adat Lewokluok jadi tempat persinggahan kami sebelum mencapai kota Larantuka. Beberapa jam berinteraksi dengan penduduk Lewokluok, serta disuguhi jamuan makan malam hingga 3 kali, membuat kami kepayahan kenyang.

Malam hari kami pun tiba di kota Larantuka, dengan membawa oleh-oleh hasil bumi dari Lewokluok. Beras hitam, kacang mete, kacang tanah, jagung titi, kopi, kemiri, asem, dll. Kawan saya berseloroh kalau kami berasa blogger VOC karena memboyong banyak rempah-rempah. Hahaha!

Lewokluok menyambut kami dengan hospitality yang luar biasa. tak heran masuk nominasi API 2021 kategori Desa Adat

Akhirnya etape 2 Maumere-Larantuka selesai juga dengan waktu tempuh 3 jam perjalanan darat. Total waktu yang kami habiskan selama overland Flores ini ialah 10 jam! Lumayanlah buat pemula.

Baca juga: Jelajah Destinasi Wisata NTT via Drone

Overland Flores, Kapok?

Kata siapa? Tentu tidak.

Syarat utama tentu kendaraan yang nyaman dan pengemudi yang handal. Tak perlulah itu mabuk perjalanan jika pengemudi bisa membuat penumpangnya merasa nyaman selama perjalanan.

Selama overland Flores ini saya mengenakan celana jeans, kemeja, hingga sweater LOIS Indonesia. Saya suka cutting-nya yang rapi dan bahannya nyaman di badan. Sweater saya yang baru apalagi, lembut dan ringan tapi juga mampu menjaga badan tetap hangat di cuaca dingin.

Tampil stylish dimanapun dengan LOIS Indonesia
Berasa superhero dalam balutan LOIS Indonesia

Jadi, kapan kita overland Flores bersama?

 

Disgiovery yours!

About the author

Travel Blogger

Related Posts

Leave a Reply