Kisah Klasik tentang Celana Jeans

COBA lihat dan pikirkan dengan saksama. Adakah yang salah dengan foto di bawah ini?

Semesta jadi saksi betapa saya bangga mengenakan celana jeans kesayangan dalam lawatan ke Museum Nasional di Jakarta, berpose di samping arca raksasa Bhairawa, unggah ke Instagram, lalu ternyata foto tsb mengundang komentar di luar dugaan.

Apakah itu?

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Taufan Gio (@disgiovery) on

Tanpa tedeng aling-aling seorang teman dekat yang cantik dan stylish berkomentar:
Itu kamu di kanan? Bisa tolong beli jeans baru biar nggak gombrong kedombreh2 kayak gitu? Wkwkwkwk. Gemas ih aku pengen dandanin!!

Saya jadi ikut memandang ulang foto, dan mengakui bahwa celana jeans yang saya pakai tampak sedikit lusuh dan out-of-date. Tapi saya masih berkilah dengan bilang bahwa itu tandanya saya orang setia karena masih bertahan dengan celana jeans lama.

Lalu komentar teman saya berikutnya ini bikin saya terpekur bak tekukur:
Ganteng2 kok gak urus penampilan. Kata Mama, ngurus penampilan tu termasuk cara bersyukur loh!! Hihihi.

Saya jadi manggut-manggut. Oh, ternyata begitu ya. Bahwa ternyata saya ganteng. Hahaha!

Gak ding, bercanda! Maksudnya komentar sang teman tadi ternyata memberi saya perspektif baru. Bahwa menjaga penampilan adalah salah satu di antara sekian banyak cara bersyukur. Bahwa yang terlihat gemas di mata saya bisa jadi tampak cemas di mata orang lain.

Tak ada yang salah sebenarnya dengan memakai celana jeans lama berusia 1 dekade lebih (saya masih ingat waktu itu harganya 100 ribu di Centro-Plaza Semanggi, hahaha) apalagi masih layak pakai. Tapi ya itu tadi, modelnya memang sudah out-of-date. Tuntutan pekerjaan saya sekarang yang kerap berhubungan dengan influencer lifestyle internesyenel sedikit banyak mulai membuat saya berpikir untuk mengganti model celana jeans dengan yang lebih kekinian.

celana jeans hoodie
Ingin rasa memboyong celana jeans impian secepatnya

Celana Jeans Paten Itu…

…adalah yang menyesuaikan dengan karakter pemakainya. Demikian sabda saya. Berhubung saya suka kegiatan luar ruang yang mengharuskan aktif bergerak ataupun foto loncat-loncat maka tentu saya butuh celana jeans dengan bahan denim yang nyaman dan lentur, bebas bergerak dan bergaya.

Tak hanya lentur, tapi celana jeans tsb juga harus punya ruang saku (pocket) yang lega. Saya tak bisa lepas dari ponsel dan dompet dan cinta kemanapun pergi, dan keduanya harus selalu berada dalam jangkauan. Maka tak ayal kedua benda tsb bisa dipastikan selalu terselip dalam saku celana. Namun yang penting keberadaannya tidak menganggu pergerakan saya, atau membuat penampilan terlihat ‘menggembung’ di sisi yang salah.

Terakhir tentu saja celana jeans saya harus cocok untuk mix & match, baik dari model, warna, atau kesempatan. Baik itu kesempatan formal atau kasual. Apalagi produk jeans juga biasanya mengeluarkan produk t-shirt, polo shirt, kemeja, ataupun blazer, yang bisa membuat pemakainya terlihat santai tapi tetap formal.

celana jeans
Beraktivitas tinggi di cuaca panas terik tetap terasa nyaman dan ‘adem’ di kulit
celana jeans lois
Kenapa harus ada banyak model celana jeans yang bagus-bagus sih, kan jadi bingung pilihnya 😀

Lois Jeans Pasti!

Saya tak pernah bosan bilang kalau semesta itu berkonspirasi. Selama satu bulan terakhir saya jadi kutu loncat yang harus hinggap dari satu kota ke kota lain. Menjelang keberangkatan, mendadak datang paket dari Lois Jeans Indonesia berisi celana, t-shirt, dan sweater hoodie. Tentu saya tiada bisa menampik. Mobilitas aktivitas luar ruang tinggi berteman produk fashion dari Lois Jeans itu tentunya jadi ‘uji coba’ di lapangan yang nyata adanya.

Tanpa banyak kata, semua yang saya definisikan dari celana jeans paten sudah melekat pada Lois Jeans. Bahan denimnya nyaman & lentur dan tanpa disangka-sangka ‘adem’ dan tidak kasar di kulit (saya mau tulis ‘selangkangan’ tapi kesannya kok gimana). Pocket denim-nya stylish tapi juga memenuhi kaidah ruang saku luas dan nyaman seperti yang saya harapkan. Dan tentu saja saya dapat memakainya dalam berbagai kesempatan baik dalam jamuan makan malam di hotel berbintang ataupun jalan-jalan blusukan ke perkampungan.

Mau cari produk Lois Jeans juga mudah saja karena sudah tersebar di berbagai kota. Official store-nya bahkan sudah ada di 11 kota di Indonesia (Jakarta, Bandung, Cirebon, Purwokerto, Surabaya, Bali, Pekanbaru, Jambi, Palembang, Manado, Makassar).

celana jeans store
Lois Jeans store at Kokas Mall 1st floor
celana jeans tamu
Bersama perwakilan Lois Jeans Indonesia yang super friendly

Oya, bagi kawula Jabotabek atau mereka yang kebetulan sedang berada di ibukota, mesti banget datang ke Lois Jeans Store di Mall Kota Kasablanka lantai 1. Pada tanggal 27 Oktober 2018 kemarin baru saja mereka mengesahkan reopening store Lois Jeans yang telah direnovasi dengan konsep baru. Tata letak, tata cahaya, hingga ruang tunggu dengan sofa empuk bisa bikin tamu betah berlama-lama berbelanja.

Tak sempat mendatangi official store? Klik website Lois Jeans Indonesia, bisa belanja online juga di sini, praktis kan? 🙂

Celana jeans lama saya tentu takkan terbuang karena ia masih layak pakai. Bentuknya klasik, malah sepertinya layak jadi collectible item. Tapi celana jeans Lois saya yang sekaranglah yang bakal jadi andalan menemani aktivitas.

Kalau kamu gimana?

 

Disgiovery yours!

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Taufan Gio (@disgiovery) on

About the author

Travel Blogger
4 Responses
  1. Hahahahaha ternyata endingnya. eng ing eng! Salam kenal mas. Saya juga penyuka celana jeans. Jeans yang saya beli dulu merk yang ngga seterkenal yang itu malah lebih enak, karena lebih duluan dipakai selama beberapa tahun, lalu beberapa bulan kemarin beli yang merk terkenal mahal itu wkwk. Malah karena masih baru jadi kaku.

    Kembali lagi deh ke yang lama walaupun sudah dikomplen sama orang tua dan robek-robek :p

    1. Salam kenal juga kak Ogie. Kalau Lois Jeans baru sih sudah terasa lentur di pemakaian pertama, hehehe..
      Tapi kalau masih sayang yang lama ya jangan dibuang, siapa tau bisa jadi collectible items, hehehe 🙂

Leave a Reply