SERU! Praktik Bikin Tempe hingga Minum ‘Jus Tempe’ di TempeLand

TEMPELAND, apa itu?

Bagaimana halnya dengan JungleLand di Sentul-Bogor, kalian sudah tahu, kan? Nah, TempeLand ini salah satu wahana edukasi baru di JungleLand (sejak akhir 2018). Semua serba-serbi tempe dihadirkan di sini, mulai dari kebun kedelai, proses produksi, hingga kreasi seperti aneka olahan makanan & minuman dari tempe (termasuk ‘jus tempe’ yang mengundang rasa penasaran itu). Lokasi TempeLand ini pun terletak paling depan dekat bola dunia JungleLand di downtown. Tinggal cari maskot burung hantu di sebelah kiri.

Ya, selamat datang di TempeLand!

tempeland

Kebun Kedelai Hidroponik

Atraksi pertama yang bisa langsung dikunjungi sebelum masuk ruangan. Jujur baru kali ini saya melihat tanaman kedelai utuh dan masih hidup yang disusun berjajar dalam kebun gantung hidroponik. Jika batang, daun, dan polong kedelai sudah menguning, tandanya sudah siap petik dan siap jadi bahan baku tempe. Selain kedelai, terdapat pula beberapa tanaman lain seperti bawang dan kebutuhan dapur lainnya. Ke depannya kebun hidroponik ini diharapkan dapat juga menyuplai kebutuhan TempeLand Cafe. Fresh from the garden.

tempeland
Kebun kedelai hidroponik jadi salah satu atraksi edukasi
tempeland
Tebak yang mana biji kedelai untuk tempe dan yang mana untuk kecap?

Mari Buat Tempe Sendiri di Ruang Produksi

Terdapat paket edukasi dari TempeLand yang meliputi praktek pembuatan tempe yang bertempat di ruang produksi (detail harga paket tercantum di akhir artikel). Ternyata proses produksi tempe itu sederhana saja. Biji kedelai yang sudah direndam semalaman dimasukkan ke dalam mesin penggiling untuk memecah dan memisahkan kulitnya. Biji kedelai yang sudah kering dan ditiriskan lalu diberi ragi, diaduk merata, dan dimasukkan ke dalam kantung plastik yang mempunyai seal penutup. Kantung plastik lalu dilubangi dengan tusuk gigi supaya proses peragian berjalan sempurna. Tiap peserta diperbolehkan membawa pulang tempe setengah jadi ini, dan mengamati selama 2 hari hingga proses peragian selesai dan tempe siap dikonsumsi.

tempeland
Ruang produksi cukup luas menampung rombongan yang hendak praktik bikin tempe
tempeland
Mesin penggiling dan kedelai hasil penggilingan siap diberi ragi

Gali Informasi di Ruang Edukasi

Tepat di samping ruang produksi terdapat ruang edukasi yang berisi ragam informasi mengenai kedelai, mulai dari sejarah (tahukah kamu kedelai pertama kali dibudidayakan di Cina pada abad XI SM, dan tofu/tahu mulai diperkenalkan ke Nusantara pada tahun 1292 dan pada tahun 1600 mulai tercipta tempe yang menggunakan bahan baku kedelai hitam), informasi produk olahan kedelai, contoh mesin penggiling kedelai generasi pertama & kedua, hingga display boneka burung hantu Simendo sebagai maskot TempeLand. Kenapa burung hantu? Karena melambangkan ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan.

Oya, jangan lupa membubuhkan tanda tangan pada gulungan kain putih yang terhampar di meja untuk memberi dukungan kepada tempe sebagai Warisan Budaya Bukan Benda yang akan diajukan ke UNESCO. Indonesia harus bangga punya tempe!

tempeland
Suasana di ruang edukasi yang bernuansa ceria membuat anak-anak betah mengeksplorasi
tempeland
Simendo, maskot TempeLand, dan gerakan sejuta tanda tangan untuk tempe sebagai warisan dunia versi UNESCO

Belanja Oleh-oleh di Toko/Galeri

Ruang galeri ini adalah juga store front TempeLand dimana tamu yang baru masuk tiba. Pengunjung bisa membeli aneka cinderamata di sini seperti tshirt (saya suka bahan kausnya, adem dan lembut), aneka olahan tempe, tumbler, buku, topi, dan banyak lagi. Terdapat pula sebuah wadah anyaman bambu besar berisikan biji-biji kedelai dan juga aneka bentuk tempe raksasa imitasi. Cocok buat properti foto berlatar tulisan TempeLand.

tempelandtempeland

Olahan Serba Tempe di TempeLand Cafe

Jangan bayangkan kafe ini hanya menyediakan tempe goreng, tempe orek, dan semacamnya ya. Kalau sajian rumahan seperti itu sudah pasti lebih lezat buatan ibu/nenek sendiri, percaya deh! Tapi yang namanya TempeLand Cafe ini spesialis menyajikan olahan serba tempe ala fusion. Apakah rasanya juga lezat? Mari buktikan!

Teriyaki Tempe Rp25.000/porsi
Sepertinya hidangan ini cocok bagi vegetarian, pengganti daging dalam sajian ini terbuat dari campuran tempe dan jamur merang. Teksturnya mirip daging dendeng yang renyah. Bumbu teriyakinya kental, meski bagi selera saya rasanya cenderung gurih salty, namun bakal lebih mantap jika disantap panas-panas dengan nasi putih pulen.

tempeland cafe
Teriyaki tempe, cocok disantap bersama nasi panas

Burger Tempe Rp25.000/porsi
Kalau menu satu ini sudah sering saya dengar, meski belum pernah mencicipinya. Burger tempe versi TempeLand Cafe hadir dalam dimensi sekepalan tangan dewasa, dengan roti tebal dan yang penting patty yang tak kalah tebal (terbuat dari campuran tempe dan daging sapi). Teksturnya tak begitu padat, namun rasa dagingnya dominan. Saya suka! Saya cuma menyayangkan penyajian saus & mayo yang berlebihan pada burger sehingga cita rasa orisinil patty malah tersamar.

tempeland cafe
Burger tempe, enaknya langsung hap! Hap!

Pancake Tempe Rp10.000/porsi
Satu sajian pancake tempe ini terdiri atas 5 lapis pancake hangat dengan sirup mapel, lelehan butter, ceri merah, dan taburan tipis gula halus. Sederhana namun istimewa. Tekstur pancake-nya lembut dan sedikit kenyal, gurih manis dalam mulut ketika bercampur dengan butter, mapel & gula. Sebagai bukan penyuka hidangan manis, saya harus kasih jempol sama pancake tempe ini.

Pancake ini tidak menggunakan tepung (saya kira menggunakan tepung kedelai) karena ternyata bahan baku utamanya adalah tempe rebus yang di-blend dengan susu, lalu disaring lagi saripatinya untuk membentuk adonan. Luar biasa!

tempeland cafe
Pancake & smoothies tempe yang jadi favorit

Smoothies Tempe Rp15.000/porsi
Ini dia ‘jus tempe’ yang bikin penasaran. Ternyata ia sebenarnya adalah ‘smoothies tempe’, meski yang terlintas pertama kali saat mendengarnya yaitu: ‘Gerangan minuman apa itu? Gimana pula rasanya?’ Tapi walau bagaimanapun saya tak menolak ketika disarankan mencoba smoothies tempe rasa yoghurt.

Sluuurp!

Mengejutkan, citarasanya sama sekali tak menunjukkan jejak tempe di sana. Aromanya pun netral tiada bau langu. Tekstur smoothie ini kental cair mirip seperti jus buah. Saya sampai menyecap dan menyeruput beberapa kali untuk memastikan. Sungguh smoothies tempe ini segar dan ENAK! Jangan bayangkan sebagai jus tempe yang mungkin bikin kamu mengernyitkan dahi.

Tersedia dua pilihan rasa smoothies di sini: yoghurt dan avocado. Jika rasa yoghurt didapat dari paduan tempe dan sawi putih, maka avocado terbuat dari paduan tempe dan pakchoi. JENIUS! Dan yang pasti sehat.

tempeland cafe
Apapun makanannya, minumnya ‘jus tempe’ alias smoothies tempe!

TempeLand Cafe masih punya sajian lain (yang belum saya coba) seperti lasagna, spaghetti, es krim burger, dll, dengan kisaran harga antara 5 hingga 30 ribu Rupiah per porsi. Terjangkau menurut saya, dan sebanding dengan cita rasa dan experience yang didapat.

Pokoknya belum ke JungleLand kalau belum ke TempeLand, sepakat? 🙂

 

Disgiovery yours!

*Informasi harga paket edukasi TempeLand (per Agustus 2019):

Paket weekdays = Rp65.000/pax
Paket weekend = Rp75.000/pax
Paket keluarga (3 orang) = Rp150.000/paket (weekdays & weekend)
Paket hemat JungleLand & TempeLand = Rp153.000/pax (weekdays & weekend)

About the author

Travel Blogger

Leave a Reply