Urbanlicious | Bangkok Nightlife

Scroll this

Bangkok nightlife

Thai Hip Trip | Day 3 | 090521

HUAAAH! Itinerary bilang hari ini kami harus berpindah hotel ke daerah Sukhumvit. Meski enggan tuk berkemas, tapi harus semangat, secara di hostel Sukhumvit nanti lokasinya lebih strategis karena dekat dengan stasiun BTS dan lebih memudahkan akses tuk menyukseskan agenda hari ini: wisata mall! ;p

Sebelum check-out, kami sarapan dulu di kedai Mama di jalan Rambutri (tak jauh dari Wild Orchid). Sebenarnya kedai ini tak bernama, namun kami menamainya kedai Mama karena adanya sosok seorang ibu paruh baya yang menjadi juragannya. Mama ini berpostur gemuk, berwajah ramah, murah senyum, dan bersuara lantang. Menu yang mereka sajikan selalu enak dan harganya murah meriah, makanya jadi favorit banyak turis.

Usai sarapan dan check-out, kami juga sempatkan icip-icip Tom Yam Kung-nya Wild Orchid, sesuai rekomendasi Kie. Emang enakkkk, semangkuk sampe ludes kuahnya, termasuk irisan lengkuasnya pun habis saya emut-emut (huahahaha, ini sih doyan atau rakus ya???).

Akhirnya kami pun hijrah ke Sukhumvit. Dibandingkan wilayah Khao San yang lebih bernuansa santai ala turis, di Sukhumvit lebih bernuansa urban, dengan view gedung-gedung tinggi, jalan dan rel bersusun, dan juga kepadatan kendaraan. Lebih kotak-kotak, lebih abu-abu. Gak jauh beda dengan suasana urban di KL, atau S’pore.


Fun Fact #1
Sepanjang jalan saya baru menyadari bahwa hampir di setiap bangunan berkibar bendera negara Thailand. Ternyata memang demikian adanya, setiap hari sepanjang tahun bendera negara terus berkibar menandakan betapa nasionalisnya warga Thai.
Hal ini juga ditandai dengan berkumandangnya lagu kebangsaan Thai setiap hari pukul 8 dan 18 di radio-radio dan keramaian umum.


Fun Fact #2
Mungkin, saking nasionalisnya warga Thai, kami amat sangat jarang mendapati stasiun radio lokal yang menyiarkan lagu-lagu barat, mungkin demikian pula halnya dengan stasiun tv lokal.

Wisata mall kami berawal dan berakhir di MBK (Ma Bun Khrong) Center. Suasana disana hampir mirip dengan Mangga Dua Square di Jakarta. Koleksi kaos & souvernirnya bolehlah, harganya juga bersaing. Oya, disinipun saya mendapatkan satu dvd film horor Thai favorit keluarga, Nang Nak. Biarpun ga pake subtitle, saya tetap beli karena tak pernah menemukan filmnya dijual di Indonesia.
Yah, secara waktu masuk mall udah kesiangan, keluar mall udah petang, akhirnya kami memutuskan tuk napak tilas saja ke Khao San. Kangen already! ;p

Ternyata ada rute yang baru kami pelajari tuk menuju Khao San. Dari stasiun Siam, kami naik BTS menuju stasiun Taksin Bridge. Setelah itu dilanjutkan dengan berperahu menuju dermaga Phra Ar Thit.
Pemandangan petang jelang malam dari perahu sepanjang Chao Phraya ternyata menakjubkan. Kuil-kuil sepanjang sungai bagai bermandi cahaya emas, sementara kerlip lampu perkotaan tampak bagai kunang-kunang berlian, dilatarbelakangi cakrawala biru gelap. Sayang, arus sungai deras sehabis hujan mengakibatkan perahu berguncang-guncang, sehingga kami kesulitan tuk memotret dengan stabil πŸ™

Kami mendarat di pier Phra Ar Thit, dekat taman Santichaiprakan. Dari sini kita bisa memotret jembatan Rama VIII yang megah.

Perjalanan cukup dilanjutkan dengan berjalan kaki melewati jalan Chana Songkhram (hai Wild Orchid! ketemu lagiiii, maaf kali ini cuma numpang lewat :)), lalu muncul di jalan Rambutri. Makan malam dulu di kedai Mama (disini kami baru sepenuhnya meyakini jika ketiga anak buah Mama adalah ladyboy!), lalu akhirnya muncul deh di Khao San Road!
*joget pisang*

Uji nyali pun dilaksanakan. Sewaktu di Rambutri tadi, kami sempatkan tuk membeli kudapan ringan: gorengan serangga! Setelah bingung memilih antara gorengan kecoak, larva kumbang, jangkrik, laron, dkk, akhirnya kami cuma tega membeli belalang. Aromanya gurih dan langu, rasanya mirip udang goreng!


Fun Fact #3
Cara memakan belalang yang baik dan benar:
1. pegang kedua kakinya (tungkai belakang)
2. potek kepalanya, buang
3. masukkan tubuh belalang ke mulut
4. tahan bagian tubuh dengan gigi, lalu tarik kedua kakinya sampai lepas, sisihkan
5. tubuh belalang siap dikunyah (bon appetite!)
6. kedua kaki belalang bisa dipake buat kumis2an (kalo mau aja dan ga ada kerjaan, xixixi!)

Usai mengudap belalang, kami pun bergerilya menjelajahi Khao San. Ada banyak pilihan cinderamata, beberapa bahkan hanya ada di sini (bahkan juga tidak ada di Chatuchak market). Banyak pula tempat bikin tato unik dan lapak salon tuk permak rambut jadi gimbal.Β 
Tips: kalau mau beli kaos-kaos lucu yang unik, cari saja deretan lapak di ujung Khao San road (seberang Burger King). Harga rata-rata ThB 150 ke atas, tapi bisa kena diskon gede, apalagi kalau beli banyak πŸ™‚

Petualangan urban kami ditutup dengan uji nyali kedua: kunjungan ke Patpong, red light district-nya Bangkok. This is the real place of Bangkok nightlife. Β Bukan kunjungan sih, lebih tepatnya numpang lewat, hehehe.

Sewaktu melintas di kawasan pertama, banyak wanita-wanita cantik yang berdiri berjajar bagai among tamu di resepsi pernikahan. Ada yang tampil seksi, anggun, bahkan berpakaian daerah!
Namun kebanyakan dari mereka sopan, tersenyum ramah berkesan malu-malu, sehingga kami pun merasa aman melewati daerah tersebut.

Kawasan kedua jauh lebih gemerlap dan hiruk pikuk. Disini banyak pria-pria gagah dan necis berkeliaran, dan calo-calonya pun lebih beringas. Kami langsung diserbu dari berbagai penjuru, dan ditawarkan berbagai wahana seru (emang Dufan doang punya wahana? kekekeke!).
Kasihan Man yang tampil ber-tanktop, langsung jadi pusat perhatianlah ia. Mungkin dikira turis Jepun dengan kulit tanned, Man pun sempat beberapa saat menjadi korban gerilya mereka.
Saya sendiri cuma bisa berjalan menatap lurus ke depan, tak berani menoleh kiri kanan, menghindari kontak mata dengan siapapun yang berada di sekeliling (kebayang gag sih persis anak rohis nyasar ke lokalisasi, wkkkkk :D).

Kawasan ketiga lebih berani. Di tiap bar, pintu terbuka lebar, dan menampakkan suasana panggung di dalamnya. Lirik sini, wowww cewek-cewek berbikini lagi goyang a-go-go. Lirik sana, wowww cewek-cewek berbusana kulit sedang nggelosor di tiang. Lirik Yen, Man, Ose, wowww kok semuanya jadi pada pendiam ya??? ;p

Akhirnya ujian pun selesai. Kami melepas ketegangan dengan sebotol air mineral, lalu memutuskan tuk langsung pulang ke hostel. Rencana pesta durian monthong tertunda. Jangan curiga apa-apa dulu ya, kita memang musti tidur lebih awal karena besok musti bangun dini hari buat jalan keluar kota. Kembali ke alam.

So guys, see you tomorrow!


Fat Fact
sarapan: rice soup with shrimp (sejenis nasi soto bening berkuah kaldu kental dengan udang, ditaburi banyak irisan seledri nan harum). Slurppppp!
brunch: Tom Yam Kung
lunch: nasi, ayam masak jamur dan jahe, tumis kerang
dinner: nasi ayam goreng, thai salad, tom yam kung, jus mangga
kudapan: belalang goreng, bayi gurita panggang

kisah esok
cium tanah di curug Erawan | sosis babi dan ciuman anjing, phewww whatta day!
kisah kemarin
ada untungnya dikira orang Thai | another fun fact about ladyboy ;p

44 Comments

  1. kedua kaki belalang bisa dipake buat kumis2an –>> Lucu banjeds sih kakaaaaaa…..

  2. duabadai said: wowww cewek-cewek berbusana kulit sedang nggelosor di tiang. Lirik Yen, Man, Ose, wowww kok semuanya jadi pada pendiam ya??? ;p

    haha udah kubilang naahhh, nengok maahh nengok ajaaa.. wkwkkwkkwkwww..walaupun cuma melirik, ya tapi ya sudahlah yaaaa..mari kita gandengan berjabat erat lagi, biar gak digangguin.. hehheeee

  3. wah.. Enak ih baca tulisannya. Hehehe.. Ditunggu lanjutannya, yaaa…

  4. ckckckckckck cerbung yaaaaaaaaaaaaaaaaaaa ga sabar nunggo cerita lanjutannya ;D

  5. Ya allow,belalang kupu2…siang maem belalang kalo malem maem?kecoak?wuidih..*kabor

  6. seru banget aldi kalo cerita deh.. baca tulisan diataskaya minum jus jeruk pagi hari hmmm segaarrrr;-)

  7. gue selalu penasaran apa rasanya kecoak goreng…

  8. oom badai, reportase perjalanannya keren banget, bikin iri huuhuhu ….btw, mana oleh2nyaaa?? :-)*habis muji, langsung merampok*

  9. duabadai said: Usai sarapan dan check-out, kami juga sempatkan icip-icip Tom Yam Kung-nya Wild Orchid, sesuai rekomendasi Kie. Emang enakkkk, semangkuk sampe ludes kuahnya, termasuk irisan lengkuasnya pun habis saya emut-emut (huahahaha, ini sih doyan atau rakus ya???).

    rekomendasiku nih maksut na? *ragu2*

  10. duabadai said: Ternyata ada rute yang baru kami pelajari tuk menuju Khao San. Dari stasiun Siam, kami naik BTS menuju stasiun Taksin Bridge. Setelah itu dilanjutkan dengan berperahu menuju dermaga Phra Ar Thit.Pemandangan petang jelang malam dari perahu sepanjang Chao Phraya ternyata menakjubkan. Kuil-kuil sepanjang sungai bagai bermandi cahaya emas, sementara kerlip lampu perkotaan tampak bagai kunang-kunang berlian, dilatarbelakangi cakrawala biru gelap. Sayang, arus sungai deras sehabis hujan mengakibatkan perahu berguncang-guncang, sehingga kami kesulitan tuk memotret dengan stabil πŸ™

    Entah kenapa akuh berdebar-debar bacanya.. Dah kebayang betapa indah pemandangan Bangkok beserta temple2nya di malam hari.. Huks..kangen Bangkok.. *mata berkaca-kaca*

  11. duabadai said: Perjalanan cukup dilanjutkan dengan berjalan kaki melewati jalan Chana Songkhram (hai Wild Orchid! ketemu lagiiii, maaf kali ini cuma numpang lewat :)), lalu muncul di jalan Rambutri.

    Hihihi..

  12. duabadai said: Uji nyali pun dilaksanakan. Sewaktu di Rambutri tadi, kami sempatkan tuk membeli kudapan ringan: gorengan serangga! Setelah bingung memilih antara gorengan kecoak, larva kumbang, jangkrik, laron, dkk, akhirnya kami cuma tega membeli belalang. Aromanya gurih dan langu, rasanya mirip udang goreng!

    Hwaaa..nyesel waktu itu gak nyobaaa..

  13. duabadai said: Petualangan urban kami ditutup dengan uji nyali kedua: kunjungan ke Patpong, red light district-nya Bangkok. Bukan kunjungan sih, lebih tepatnya numpang lewat, hehehe.Sewaktu melintas di kawasan pertama, banyak wanita-wanita cantik yang berdiri berjajar bagai among tamu di resepsi pernikahan. Ada yang tampil seksi, anggun, bahkan berpakaian daerah! Namun kebanyakan dari mereka sopan, tersenyum ramah berkesan malu-malu, sehingga kami pun merasa aman melewati daerah tersebut.Kawasan kedua jauh lebih gemerlap dan hiruk pikuk. Disini banyak pria-pria gagah dan necis berkeliaran, dan calo-calonya pun lebih beringas. Kami langsung diserbu dari berbagai penjuru, dan ditawarkan berbagai wahana seru (emang Dufan doang punya wahana? kekekeke!). Kasihan Man yang tampil ber-tanktop, langsung jadi pusat perhatianlah ia. Mungkin dikira turis Jepun dengan kulit tanned, Man pun sempat beberapa saat menjadi korban gerilya mereka.Saya sendiri cuma bisa berjalan menatap lurus ke depan, tak berani menoleh kiri kanan, menghindari kontak mata dengan siapapun yang berada di sekeliling (kebayang gag sih persis anak rohis nyasar ke lokalisasi, wkkkkk :D).Kawasan ketiga lebih berani. Di tiap bar, pintu terbuka lebar, dan menampakkan suasana panggung di dalamnya. Lirik sini, wowww cewek-cewek berbikini lagi goyang a-go-go. Lirik sana, wowww cewek-cewek berbusana kulit sedang nggelosor di tiang. Lirik Yen, Man, Ose, wowww kok semuanya jadi pada pendiam ya??? ;p

    gpp, di.. pengalaman sekali seumur hidup! hihihi.. *taon depan diulang lg yak?!*

  14. dan aku pun juga mengulangi route ini di hari kelima sambil menerawang : oh yencong.. paspormu hilang di tanah orang , bagaimanakah cara toek kembali ke tanah air ibu pertiwi.. hiks…

  15. yenceu said: dan aku pun juga mengulangi route ini di hari kelima sambil menerawang : oh yencong.. paspormu hilang di tanah orang , bagaimanakah cara toek kembali ke tanah air ibu pertiwi.. hiks…

    tapi akhirnya nemu kaaan..?!

  16. vanillaniks said: Lucu banjeds sih kakaaaaaa

    *tempelin kaki belalang ke atas bibir niken*tuh, lucu kan??? πŸ˜€

  17. mrbubba2002 said: wahh… ngeri tuh … belalang dimakan…

    lebih ngeri kecoak madagaskar, gede2!

  18. bartian said: reportase perjalanannya keren banget, bikin iri huuhuhu ….btw, mana oleh2nyaaa?? πŸ™‚

    ada nihhh kesini dong dong dong… πŸ™‚

  19. pelagie08 said: rekomendasiku nih maksut na? *ragu2*

    iya kie, pan waktu kita meeting di plangi itu dikau smpt cerita soal tomyam di hotel yang lumayan enak.. πŸ™‚

  20. pelagie08 said: nyesel waktu itu gak nyobaaa..

    nyesel apa tatutttt? dudududu

  21. icalsensei said: cun ketemu cunmasa’ gerogi?

    soalnya beda bahasa, takut salah persepsi ;p

  22. duabadai said: nyesel apa tatutttt? dudududu

    nyeseeelll..! soal na waktu itu pas lg buru2 balik ke hotel utk ambil ransel dan menuju eprot..

  23. pelagie08 said: nyeseeelll..!

    next time cobain kecoak goreng yak!

  24. ydiani said: uji nyalinya lolos ya πŸ˜€

    berkat doa rekan2 semua…*bersahaja*

  25. Aldi..gw boleh minta ijin copyright loe gak????mau gw publis di milis πŸ˜€

  26. jonal said: Aldi..gw boleh minta ijin copyright loe gak????mau gw publis di milis πŸ˜€

    boleh aja bro, jgn lupa cantumin copyright-nya ya πŸ™‚

  27. Pingback: Fall In Erawan Waterfall | DISGiOVERY

Submit a comment