Toge Goreng Mang Undja

Scroll this

toge goreng mang Undja

TOGE goreng adalah salah satu menu kuliner khas Bogor yang terkenal. Β Tak heran jika penjaja masakan ini masih bisa ditemui hingga di luar kota Bogor sekalipun.

Salah satu penjual toge goreng yang kerap kami singgahi jika keluar kota adalah Mang Undja. Kedainya terletak persis di tepi jalan raya Bogor-Sukabumi, desa Cigombong. Patokannya, jika berkendara dari arah Ciawi menuju Sukabumi, maka siagakan mata anda setelah melewati Lido. Cari plang bertanda Bogor coret. Seriously!

Nah, kira-kira 100 meter setelah plang itu maka di sebelah kiri jalan akan kita temui sebuah kedai sederhana dengan deretan ember berisi toge segar di depannya. Itulah kedai toge goreng Mang Undja.

Ya, sama sekali tak ada penanda atau papan petunjuk di tempat ini. Jangan terkecoh dengan deretan penjual toge goreng yang berjejer di sepanjang jalan desa Cigombong ini. Saran saya, jangan malu bertanya pada penduduk setempat. Beruntung kedatangan kami kesana selalu didampingi oleh guide lokal hingga tak perlu sesat di jalan πŸ™‚

Toge goreng Mang Undja ini digawangi oleh seorang ibu paruh baya (NO, dia bukan Mang Undja tentu saja, dan jangan coba-coba berpikir bahwa Mang Undja adalah seorang transgender!).
Ibu yang ramah tamah ini mungkin adalah istrinya, atau anaknya, atau cucunya, atau katakanlah salah satu generasi penerus turun-temurun. Sayang, kami tak sempat mewawancarai ibu ini lebih lanjut.

Begitu duduk, kita akan disuguhi teh panas nikmat. Berani taruhan, mereka menyeduh teh ini dari air panas yang direbus dengan tungku kayu bakar. Sama seperti bahan baku utama toge goreng ini yang direbus di atas tungku kayu bakar.

Tak lama kemudian datanglah pesanan kami. Hidangan menggiurkan ini terdiri atas potongan ketupat, tahu rebus nan lembut, mie kuning, dan rebusan toge yang kemudian disiram dengan kuah oncom-tauco, lalu ditaburi bawang goreng.
Aromanya harum. Rasanya nikmat, asem pedes, apalagi jika disantap panas-panas, ditemani tahu sumedang, peyek kacang, dan kerupuk kemplang, sementara di luar hujan gerimis mengundang, BEUH!

Seporsi toge goreng Mang Undja ini dihargai tujuh ribu rupiah saja. Kenapa saya kasih rating bintang tiga? Satu, karena toge adalah kudapan favorit saya. Dua, karena dengan wiskul kesini berarti turut membantu ekonomi kerakyatan. Tiga, karena tak semua orang tahu lokasi ini πŸ˜‰

Tapi ada satu pertanyaan yang belum terjawab: kenapa namanya toge goreng jika bahan-bahan utamanya tak ada yang digoreng melainkan direbus?Β Anyone?

;p

90 Comments

Submit a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.