Disgiovery at Theme Park Hotel Genting Highlands

Theme Park Hotel adalah nama baru dari Hotel On The Park. Terletak dalam satu komplek Resorts World Genting di wilayah Genting Highands Malaysia yang nyaris selalu berkabut, gedung hotel ini sudah berdiri sejak 1971 dan awalnya bernama Highlands Hotel. Tapi jangan bayangkan bangunan dan dekorasi kuno. Theme Park Hotel punya tampilan modern dan dekorasi tiap ruang yang istimewa.

Beruntung pada lawatan kami atas undangan Resorts World Genting pada akhir Oktober 2017 lalu (dimana saya menjadi kontributor khusus untuk Liburmulu.com) kami ditempatkan di Theme Park Hotel, dan masing-masing mendapat jatah satu kamar sendiri. Mari ikut saya!

theme park hotel building

Theme Park Hotel: Kesan Pertama

Akses menuju hotel

Perjalanan dari Kuala Lumpur ke Genting Highlands memakan waktu sekitar 1 jam (setengahnya menempuh rute berkelok-kelok). Jika naik bus umum biasanya penumpang akan turun di Genting Premium Outlets, lalu melanjutkan perjalanan ke atas dengan kereta gantung/gondola Awana Skyway. Keren, kan! Namun berhubung pada waktu itu kami naik bus charter, jadi semua diantar sampai ke depan lobi Theme Park Hotel. Jangan kuatir, lokasi hotel ini strategis, bahkan jika naik gondola pun kau akan sampai di SkyAvenue Mall yang jaraknya cukup dekat dari Theme Park Hotel.

Kesan pertama saat memasuki hotel

Terlalu banyak obyek menarik dalam satu lobi (saya bahkan tak tahu apakah ini komplimen atau bukan). Ada kursi kayu raksasa, ada tumpukan cangkir raksasa, ada kaca warna-warni, ada trick mirror. Fokus saya langsung tertumbuk pada cermin raksasa yang berada tak jauh dari meja resepsionis. Instalasi trick mirror yang menarik, memberi kesan sebuah bangunan tiga lantai pada pantulannya, padahal aslinya adalah ruang tunggu tamu dengan kursi-kursi dari teralis besi.ย  Intinya Theme Park Hotel pada kesan pertama memang sesuai namanya, bagai taman tematik yang bisa bikin tamunya sibuk menyambangi tiap obyek yang ada.

theme park hotel trick mirror
How to work with trick mirror. Interesting, isn’t it? ๐Ÿ™‚ [photo by Kiki Pinem]

Proses check-in

Bagi saya hospitality di negeri sendiri memang jauh lebih ramah. Misal ada tamu baru datang, pasti biasanya akan ada yang menyambut dengan senyum, lalu menanyakan keperluan. Tapi di negeri jiran ini sedikit berbeda. Resepsionis atau bahkan bell boy tak ada yang inisiatif menyambut tamu (tak kulihat ada senyum karena semua bermuka serius), sehingga kita harus inisiatif mendekati dan bertanya. Oh, mereka ternyata sigap dalam pelayanan, hanya takarannya berbeda saja dalam penyambutan. Mungkin kultur mereka memang menuntut untuk lebih efisien dalam bekerja.

Setelah menunggu sejenak, akhirnya kami mendapat kunci kamar. Ternyata tiap blogger mendapat jatah kamar sendiri di Quadz Room (kapasitas 4 orang). Theme Park Hotel juga punya tipe kamar Sixers (kapasitas 6 orang), cocok bagi mereka yang pergi berombongan,

Theme Park Hotel: Quads Room Experience

Akses menuju kamar

Dari lobi hotel tinggal masuk ke koridor kiri atau kanan (tergantung lokasi kamar). Naik lift dengan akses key cardย tappingย untuk menuju lantai dimana kamar berada. Keluar dari lift, disambut koridor serba simetris yang dihiasi pendar cahaya berwarna keunguan. Sebenernya koridor ini pun bisa dijadikan lokasi foto Instagramable, hanya sayang karena padatnya acara membuat saya malah kelupaan ambil foto diri di sini.

thema park hotel corridor

Kesan pertama saat memasuki kamar

Wow dari mulut tatkala melihat interior kamar yang eye catchy. Sebenarnya nuansa kamar ini minimalis saja, tapi sentuhan artwork berupa beberapa gambar outline di dinding sungguh menarik perhatian. Gambar-gambar ini menyatu dengan fungsi, misal gambar sofa dengan kursi sebenarnya, atau gambar lemari dengan gantungan baju sesungguhnya. Kotak televisi dibuat menyembul sehingga berkesan pesawat UFO.

Kamar yang saya tempati tampak luas memanjang, karena sebenarnya didesain untuk menampung 4 orang (sesuai tipenya Quads Room). Jendela kamar menampakkan view modern seperti area konstruksi wahana Twentieth Century Fox, gedung SkyAvenue Mall, gondola Awana Skyway, hingga Hotel First World yang merupakan hotel terbesar di dunia. Sejujurnya saya lebih pilih kamar yang punya view lembah Genting Highlands yang lebih hijau dan bernuansa alam. Maklum preferensi tiap orang kan berbeda.

Tapi mau di kamar manapun juga, saya tetap menikmati suasana berkabut dari jendela kamar Theme Park Hotel karena menampakkan suasana metropolis di antah berantah [silakan baca: Lakon Kabut Antara Genting, Hong Kong, dan California].

theme park hotel bedroomtheme park hotel cabinet

First thing first: blogger life support

WiFi bebas dan cepat. Tapi saya lebih pilih memakai koneksi selular lokal dari ponsel. Demi apa? Demi kuota gratis 1 GB per hari, hahaha! Kan musti dihabiskan mumpung di Malaysia.

Power outlet alias colokan listrik? Banyak, bahkan ada USB outlet. Keren!

Kenyamanan kamar

Quads Room menyediakan 2 kasur Queen Size yang diletakkan bersisian, dengan sebuah lampu baca besar di antaranya. Tak ada ranjang, karena kasur-kasur ini berada di atas lantai kayu yang ditinggikan, dimana pada bagian bawahnya berfungsi sebagai rak serbaguna untuk menaruh tas, sepatu, dll. Unik, kan?

Kasurnya empuk dan nyaman dengan bantal-bantal besar. Tiap kasur terdapat satu guling kecil dengan logo hotel. Oya, kamar-kamar di hotel ini sama sekali tak dilengkapi AC karena suhu udara yang sudah cukup sejuk (bahkan cenderung dingin kalau malam). Tapi kasurnya bisa menahan temperatur tubuh sehingga tidur tanpa selimut pun saya baik-baik saja. Kami pun sempat berkumpul pada malam hari sekadar untuk ‘ngariung’ karena di kamar seluas ini rasanya kurang meriah kalau sendirian saja.

theme park hotel bedroom party
Kamarnya luas, jadi bisa ngundang tetangga kamar buat ‘ngariung’ sambil ngobrol, kerja, dan memamahbiak, hahaha!
theme park hotel party over
Bapak kost menegur: “Kenapa semalam ribut-ribut di kamar???” sambil menagih tunggakan kamar kost. Hahaha!

Kelengkapan lain dalam kamar

Coffee station dengan pemasak air bermotif gambar kartun, 4 buah mug besar warna-warni, kopi-teh-gula dalam sachet. Selain itu terdapat 4 botol air mineral dalam kulkas mini. Kompartemen di bawah kasur memuat safety box hingga slippers.ย Oya, sebenarnya petugas housekeeping tampak lupa menaruh jatah slippers di kamar.ย  Lalu saya memakai cara klasik, meninggalkan secarik notes di atas kasur sebelum beraktivitas di pagi hari. Isinya antara lain berupa permintaan jatah sandal kamar. Sore harinya notes saya sudah berbalas tulisan petugas di bawahnya, disertai slippers 4 pasang! Hahaha, jadi ingat sensasi terima surat dari sahabat pena.

theme park hotel colors
Pernak-pernik dalam kamar dengan sentuhan warna salem. Keren!
theme park hotel note
[kiri] Boneka laba-laba hasil main spin wheel di SkyAvenue [kanan] ‘Surat-suratan’ sama petugas housekeeping, hahaha! It was fun!

Kamar mandi dan seisinya

Toilet, wastafel, dan shower terpisah oleh kaca buram. Shower air dingin nyaris tak pernah terpakai karena cuaca dingin bikin saya perlu air panas tiap kali mandi. Toiletries yang tersedia lengkap mulai sabun, shampoo, conditioner, hingga body lotion, dan saya suka semua aromanya. Handuk bersih pun tersedia 4 buah (meski bagi saya handuknya kurang terasa lembut di kulit ningrat saya, hahaha!).

theme park hotel bathroom

Kunyah-Kunyah di Eatopia

Eatopia ialah kafetaria mini di sudut lobi Theme Park Hotel. Walau tak begitu besar untuk menampung banyak tamu, namun Eatopia menyediakan banyak pilihan quick bite. Ada roti lapis, donat, pastry, salad, hingga nasi lemak bungkus. Ada minuman dingin bersoda hingga teh tarik panas. Pembeli tinggal ambil sendiri yang dimau lalu bayar di kasir.

Omong-omong nasi lemak, itulah menu sarapan kami selama berada di sini. Walaupun lama-lama banyak yang merasa ‘enough’ atau bahkan ‘eneg’ dengan nasi lemak, tapi saya sih tak masalah. Namun bagi tamu yang enggan menyantap nasi lemak, masih ada alternatif untuk menu sarapan berlimpah di The Food Factory di SkyAvenue Mall (biasanya layanan free breakfast ini sudah sepaket dengan harga kamar yang dibayar). Ulasan The Food Factory menyusul ya (kalau tak lupa, hahaha!).

Lounge di Eatopia (dimana tamu dapat duduk-duduk di kursi tinggi) berbatasan dengan labirin kaca warna-warni yang cukup menyolok dan bisa dijadikan spot foto Instagramable.

theme park hotel eatopia display theme park hotel eatopia lounge

What’s Nearby

Antisipasi paling besar untuk tahun 2018 tentunya dengan pembukaan wahana Twentieth Century Fox Theme Park yang lokasinya persis di seberang Theme Park Hotel. Bersiaplah menyambut wahana-wahana seru bertema film-film besar seperti Titanic hingga Ice Age. Sementara menunggu taman hiburan buka, pengunjung Genting Highlands sudah punya atraksi lain seperti SkyAvenue Mall yang bagi saya bukan sekadar mall biasa. Ia punya museum hingga wonderwall (video mapping di sepanjang dinding mall), pun terdapat gondola Awana Skyway yang siap mengantar tamu ke Chin Swee Temple atau Fashion Forest.

Bagi penyuka ketenangan bisa menghabiskan waktu di Talking Garden yang menghadap lembah Genting Highlands. Taman ini istimewa karena terdapat informasi lengkap seputar flora & fauna di kawasan ini. Pengunjung tinggal memindai QR code atau menempelkan ponsel pada butang NFC, voila, keluarlah informasi tentang hal-hal seperti yang terdapat pada posternya.

Selengkapnya tentang liputan wisata Genting Highlands bisa dibaca di artikel yang saya tulis di sini: 7 Hal Seru Selama Liburan di Genting Highlands. Selamat berlibur! ๐Ÿ™‚

 

Disgiovery yours!

A post shared by Taufan Gio (@disgiovery) on

About the author

Travel Blogger
10 Responses
  1. Itu ayam goreng, pas mau dibungkusin pada jaim ya bawanya. Alhasil Lenny dan Tari yang ambil. Eh ternyata makannya rame-rame juga hahaha.

    Suka hotel ini, walaupun emang stafnya terasa kurang ramah, tapi mungkin seperti yang mas Gio bilang, mereka kerja efektif. Terima kasih Theme Park, colokannya sangat membantu untuk aku yang lupa bawa plug listrik dari Indonesia ๐Ÿ˜€

  2. Tipe kamarnya gak ada yang lebih kecilan kak?
    Yang cukup buat berdua atau sendirian aja gitu.

    Jadi penasaran pengen ke Genting. Selama ini belum tertarik ke sana, soalnya aku pikir yang datang ke sana cuma buat berkunjung ke Casino aja ๐Ÿ˜€

  3. Rudi Medan Wisata

    kamar aku juga kemarin gk dapat jatah slipper, mas gio kok gk bilang pake cara ini.. loh…

    tapi walau begitu kamar di Theme park hotel ini memang kece

Leave a Reply