Pada Hari Minggu di Pasar Senen

Scroll this

PADA hari minggu ibu Budi pergi ke pasar.
Budi dan teman-temannya ikut pergi ke pasar.
Mereka berjalan melewati gang-gang kecil sambil bercanda ria.

Pasar-Senen-Jogja-01

Pagi itu suasana pasar sudah ramai.
Budi dan teman-temannya berhenti di depan pedagang makanan.
Orang-orang sudah ramai berkerumun di sana.

Pasar-Senen-Jogja-02

“Lihat, apakah yang yang berwarna-warni itu?” tanya teman Budi.
Tampak sepanci penuh bubur nasi, dan sepanci penuh kuah merah dan kuah kuning.
Ada pula aneka gorengan dan sambal.

Pasar-Senen-Jogja-03

Budi dan teman-temannya sudah lapar.
Tapi ibu Budi sudah berjanji akan membelikan mereka nasi gudeg.
Maka mereka pun melanjutkan berkeliling pasar.

Di depan sebuah warung makanan mereka berhenti.
Ada orek tempe, tongkol goreng, dan tumis kangkung yang baru selesai dimasak.
Budi dan teman-temannya hanya bisa meneguk ludah.

Pasar-Senen-Jogja-04

Teman Budi berniat akan jajan apapun yang ditemui berikutnya.
Sampailah mereka di warung mbah Harjo penjual jamu.
Sebotol kunir asem dan beras kencur pun terpaksa dibeli.

Pasar-Senen-Jogja-11

Beruntung tadi ada mbah Harjo, karena kios berikutnya adalah milik pak Kris.
Pak Kris sungguh ramah dan mengizinkan Budi dan teman-temannya melihat-lihat.
Mereka melihat ada potongan tubuh, kaki, hingga kepala babi dijual di sana.

Pasar-Senen-Jogja-07

“Aku jadi semakin lapar!” ujar Budi bergurau.
Akhirnya mereka menemukan penjual kue pukis.
Kue itu sungguh terasa manis, lembut, dan hangat.

Pasar-Senen-Jogja-05

Budi dan teman-temannya membeli banyak kue pukis.
Lalu mereka duduk di emperan di samping mbah penjual sayur.
Mereka mengobrol cukup lama hingga kue pukis habis.

Pasar-Senen-Jogja-08

“Lihat, ibu Budi datang!” sahut teman Budi.
Ibu Budi munculΒ sambil membawa beberapa kantung belanjaan.
“Siapa lapar?” tanya ibu Budi sambil mengajak mereka ke penjualΒ nasi gudeg.

Pasar-Senen-Jogja-06

Budi dan teman-temannya saling berpandangan karena sudah kenyang.
“Nasi gudegnya dibungkus saja, Bu, dimakan di rumah,” pinta Budi.
Ia lalu memberikan remah kue pukis pada seekor kucing di sudut pasar.

Pasar-Senen-Jogja-09

Disgiovery yours!

Lokasi: Pasar Senen, Pathuk, Yogyakarta

Pasar-Senen-Jogja-10

26 Comments

  1. Kirain Pasar Senen yang di Jakarta. Soalnya di sana belum pernah melihat makanan yang dijajakan seperti ini. Kalau Jogja ya jangan dikata lagi. Suasananya bikin kangen sampai ke tulang sumsum. Aroma pasar suara-suara dan dengungan dari orang-orang sedang beraktivitas sangat khas, membuat jejak yang sangat dalam pada syaraf-syaraf Kenangan πŸ™‚

    • ((syaraf-syaraf kenangan))
      Wow sama mbak, suasananya khas ya, pasar tapi damai gitu, tidak chaos πŸ™‚

      Btw Pasar Senen di Jakarta masih jual kue-kue basah gitu gak, mbak? Kayaknya seru juga kapan-kapan hunting foto di sana πŸ˜‰

  2. kirain juga tadi pasar senen di jakarta.. kok rapi amat πŸ˜€
    ternyata pasar senen jogja… πŸ˜€
    suara sepatu kudanya mana Kang?

    • Ngono… kapan nih manajemen ada kunjungan ke pasar subuh? πŸ˜‰

      Thanks kak Leo, artikel ini tercipta berkat arahan manajer profesional #jilat

    • Bersih, dan gak ada aroma pasar becek yang mengganggu πŸ™‚
      Makanya kami betah nongkrong di pasar ini lama-lama sambil nungguin nasi gudeg, hehehe πŸ˜€

  3. Ya Alloh langsung ngeces liat pukis. Dulu pas kecil suka banget makannya.
    Selalu ada cerita di Pasar Tradisional ya mas Aldi πŸ™‚

    • Betul! Paling demen nongkrongin pasar tradisional, apalagi yang lingkungannya bersih dan ramah-ramah orangnya dan jajanannya enak-enak πŸ˜‰

  4. Pasar tradisional memang menggoda. QAku pernah blusukan ke pasar cuma buat motret, tapi endingnya malah belanja banyak makanan tradisional ahahahhah

Submit a comment