15 Macam Kuliner Cirebon & Oleh-Oleh Khas

Scroll this

KULINER Cirebon tak disangka tak dinyana sungguh memanjakan mata, lidah, dan perut. Berikut adalah sedikit dari banyak kuliner Cirebon yang berhasil kami icip selama kunjungan 3 hari 2 malam di kota udang tsb. Catatan: rating berdasarkan selera saya pribadi jadi bersifat sangat subyektif. Mohon maklum, hehehe!

KULINER CIREBON

 Rating 3 porsi: artinya mau nambah dan nambah dan nambah
[ki-ka] empal asem, empal gentong, nasi jamblang, tahu gejrot

empal gentong
Semacam soto daging sapi khas Cirebon (di beberapa kedai mengkombinasikannya dengan kikil), yang dihidangkan dengan taburan seledri dan cabai merah bubuk. Bisa dimakan sebagai teman nasi, atau dicampur lontong, sesuai selera. Empal gentong ibu Darma selalu jadi favorit (lokasi di samping Bank Tabungan Negara (BTN) di Jl. Slamet Riyadi (Krucuk). Sayangnya mereka cuma buka pagi sampai jam 13an, karena selalu kehabisan. Atau sebagai alternatif, empal gentong di depan stasiun kereta api Cirebon juga bolehlah.

empal asem
Semacam versi lain dari empal gentong, hanya saja berkuah bening, memakai irisan tomat, dan rasa asamnya lebih menonjol.

nasi jamblang
Semacam nasi rames dengan beragam macam lauk yang kita pilih sendiri sesuai selera (ada mungkin lebih dari 20 macam lauk). Yang unik, tiap porsi nasinya dibungkus dalam daun jati (konon untuk menambah harum), yang juga berfungsi sebagai alas. Lauk yang jadi favorit saya antara lain cumi masak hitam, tumisan kerang, tahu bacem kuah (rasa tahunya mirip sama sushi tei punya, asem manis gitu) dan sambal racik khas jamblang (cabai merahnya diiris, tidak ditumbuk). Nasi jamblang yang terkenal antara lain nasi jamblang Mang Dul (lokasi di depan mall Grage), dan nasi jamblang pelabuhan.

tahu gejrot
Tahu pong yang diiris asimetris *tsaaah* lalu digejrot semena-mena dengan bawang merah dan cabe rawit, kemudian disiram gula cuka. Meskipun sudah banyak penjual tahu gejrot di Jakarta, namun mencicipinya langsung di Cirebon adalah keistimewaan tersendiri.

buah goreng (no pic)
Favorit semua adalah durian goreng (meskipun ada pula nangka dan pisang). Buah-buahan goreng ini bersalut tepung, yang mirip adonan roti/donat goreng. Kulit luarnya garing, lapisan rotinya empuk renyah, dan OMG fillingnya lembuuut banget, langsung meleleh di mulut. Surga dunia!
Penjual buah goreng ini biasanya cuma mangkal sore hari di depan Cirebon Plaza Hotel. Jangan beli kemalaman karena biasanya sudah ludes.

Rating 2 porsi: lahap satu porsi tak apa, ditawari 2 porsi pun bahagia

[ki-ka] bubur sop, docang, gado-gado ayam, rujak donggala

bubur sop
Bubur ayam komplit yang disiram dengan kuah kaldu. Enaaaaaak, apalagi suiran ayamnya gede-gede. Empingnya pun segeda tampah.

docang

Ini bukan doclang (khas Bogor), tapi docang! D-o-c-a-n-g. Khas Cirebon.  Sekilas penampakannya tak menarik, namun cicip dulu rasanya. Terdiri atas campuran lontong, tauge, rebusan daun singkong, kacang-kacangan, dan kelapa parut yang disiram kuah oncom rempah. Rasanya seger asem keset, tapi enak taaah!

gado-gado ayam
Rebusan sayur mayur lengkap dengan topping bumbu kacang kental plus emping dan kerupuk, ditambah irisan lontong/ketupat lembut, ditaburi suir-suir daging ayam, dan disiram kuah bening soto ayam. Rasanya gurih mantap!

rujak donggala
Irisan manisan buah-buahan (mangga, bengkoang, kedondong, pepaya) dan sayuran (tauge, sawi asin), plus kacang tanah, lalu disiram kuah gula asam pedas. Segerrrr!
Tapi menurut saya pribadi kuahnya terlalu manis (meskipun lain lidah lain selera toh, ya toh, mantap toh).

es tjampolay (no pic)
Tjampolay adalah sirup merah khas Cirebon (umumnya rasa pisang susu, sekilas rasa & aroma mirip cocopandan), dengan rasa manis yang alami. Biasanya disajikan dengan kelapa muda yang dikerok dagingnya, plus selasih dan es batu.

mie koclok (no pic)
Spell: k-o-c-l-o-k. Ini sama sekali berbeda dengan mie kocok Bandung.  Sayangnya, kami belum sempat cicip, namun berdasarkan info terpercaya, mie koclok ini ialah salah satu kuliner andalan Cirebon. Sajiannya tak jauh beda dengan mie kocok Bandung, hanya kuahnya berupa kaldu kental, semacam capcay siram. Hhhh, pasti nikmat banget dimakan panas-panas.

Rating 1 porsi: lebih kepada selera lidah saya yang kurang menyukai rasa manis berlebih

[ki-ka] nasi lengko, pepes dage & kepiting soka, pisang bakar, es cuing

nasi lengko 
Adalah nasi putih dengan topping irisan tahu dan tempe goreng, lalu ditaburi tauge, cacahan ketimun, seledri, bawang goreng, kemudian disiram dengan saus kacang dan kecap. Enak, tapi manis.

buras, pepes dage, kepiting soka 
Adalah jajanan pasar yang cocok dikompilasi jadi menu sarapan ciamik. Buras adalah sejenis lontong nasi, rasanya empuk dan lembut. Pepes dage adalah pepesan oncom & kemangi yang dibakar di atas arang, rasanya manis spicy. Kepiting soka disini adalah adonan daging dan tepung yang digoreng bersama cangkang kepitingnya. Semuanya bisa ditemui di pecinan.

ketan/pisang bakar coklat
Pisang bakarnya bertekstur lembut, mirip peuyeum, dan diberi topping kacang tumbuk dan meises coklat. Sayang kami tak berkesempatan mencicipi ketan bakarnya.

es cuing
Campuran cendol dan beberapa adonan dari tepung beras lainnya, dalam kuah santan encer dan sirup gula merah.

OLEH-OLEH KHAS


penganan khas
Toko Sinta Manisan yang terletak di kawasan pecinan sudah jamak disambangi para wisatawan yang hendak berburu oleh oleh Cirebon. Ada manisan buah yang tak jauh beda dengan manisan buah Cianjuran (namun ada yang membedakan khususnya manisan salak & mangga (lihat foto)). Ada pula kerupuk, terasi, simping, ikan asin, udang rebon, kue-kue kering, banyaaaaaak ragamnya.

oleh oleh Cirebon
Batik Cirebonan

Ada pula batik Cirebonan yang melegenda dengan motif megamendung. Kami menyambangi galeri batik EB di kawasan Panembahan Utara. Koleksinya lengkap dan indah. Kisaran harga kain batik antara 25rb hingga 500rb. Jikalau kita membeli di butik ternama di Jakarta, harganya bisa berbeda 10 kali lipat dengan kualitas sama.
Di sini pun terdapat pusat jajanan, workshop batik, dan juga toko oleh-oleh.

photos by Dai, Man, Yen, Diar
credits to Lola & Arie

63 Comments

Submit a comment