Ada Apa di Museum Terkosong di Dunia

ADA ruang hampa. Ada partikel debu dan bau cat yang mengambang di udara. Ada kenangan. Ada bayangan-bayangan yang berkelebat antar semesta. Ada pecahan kaca kusam. Ada jendela-jendela tinggi menggapai langit-langit. Ada resonansi masa silam. Ada tapak kaki. Ada kursi rusak dan benda-benda koleksi menghilang. Ada hening yang menjelma denging di kuping.

Ada bangunan tua di wilayah kota tua pada sebuah pulau tua. Ada kaki-kaki yang melangkah antusias, lalu melambat dan meragu. Adakah ini museum yang dituju? Tak seorang pun tampak, kecuali patung-patung pahlawan setengah badan di halaman. Juga pasir kerikil dan rongsokan kayu. Udara terasa lembab, langit terlihat kelabu, dan lantai marmer di teras museum memantulkan bayang-bayang bak cermin berdebu.

museum terkosong patung pahlawan

Museum Terkosong Ini Memberi Pelajaran Sejarah (dan Geografi)

Pahamilah bahwa museum terkosong ini hanyalah ungkapan pengganti untuk sebuah museum yang tengah dalam masa renovasi. Ialah Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah bernama (atau dikenal juga dengan nama Museum Tanjung Pinang), museum yang sempat terbengkalai selama 3 tahun terakhir sebelum akhirnya mendapat dana dari pemerintah untuk perbaikan. Bahkan pada sebuah museum terkosong pun kau akan mendapati pelajaran sejarah (jika memang dirimu berniat membuka pustaka maya pada gawai yang kau punya). Museum ini mengambil nama Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, sebagai seorang pemegang kekuasaan kesultanan Johor Riau yang dilantik pada 1722 dan berkedudukan di Sungai Carang (sekarang termasuk dalam wilayah kota Tanjung Pinang).

Sebentar, bahkan teman saya masih ada yang keliru membedakan antara kota Tanjung Pinang, Pangkal Pinang, dan Tanjung Pandan. Jadi ingat baik-baik ya: Tanjung Pinang terletak di pulau Bintan, Pangkal Pinang terletak di pulau Bangka, Tanjung Pandan terletak di pulau Belitung. Bisa dibilang ketiganya memang kental dengan pengaruh budaya Melayu karena masih terletak di kawasan barat Indonesia diapit pulau Sumatera dan Kalimantan.

Tanjung Pinang adalah ibukota provinsi Kepulauan Riau alias Kepri. Sekarang camkan ini: Kepri bukan Riau. Mereka adalah dua provinsi berbeda. Kepri meliputi kepulauan di wilayah Batam, Bintan, dan Natuna, sedangkan Riau sebagian besar wilayahnya berada di daratan Sumatera. Sudah paham sekarang, ya?

Kembali ke jejak sejarah, museum ini menempati bangunan yang merupakan bangunan sekolah tingkat dasar bernama Hollandsch-Inlandsche School (HIS) dan berdiri sejak tahun 1918. Lalu berganti nama menjadi Futsuko Gakko pada zaman pendudukan Jepang.
Setelah periode kemerdekaan RI gedung ini tetap difungsikan sebagai Sekolah Rakyat, sebelum menjadi SD 01 hingga tahun 2004 kemudian difungsikan menjadi bangunan Museum Tanjung Pinang.

museum terkosong pantulan museum terkosong rongsokan museum terkosong ruang putih

Menjelajah Museum Terkosong di Dunia

Bangunan museum ini tampaknya baru saja dicat putih karena masih meninggalkan residu kimiawi di udara. Sebuah plakat menempel pada dinding, satu-satunya dekorasi pada tembok putih polos, sekaligus petunjuk yang menerangkan bahwa bangunan ini adalah Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah yang diresmikan oleh walikota Tanjung Pinang pada 21 Januari 2009. Selebihnya hanya kekosongan yang terasa.

Dua buah ruangan tak terkunci mendamparkan kami pada semacam semesta yang lain. Saya sukar menjabarkannya, sensasi yang didapat bagai kau baru tersadar dari mimpi panjang, dan mendapati hanya putih di sekeliling dengan seberkas cahaya dari jendela tinggi yang masuk ke ruangan. Mendadak saya adalah Harry Styles dalam video Sign of The Times yang bisa melayang-layang di udara. Untung kami bertiga pada saat itu, jadi saya merasa baik-baik saja karena ternyata masih menapak bumi. Tapi saya tahu jika sendirian mungkin saya takkan betah berlama-lama dalam satu ruangan.

Ruangan-ruangan lain rapat terkunci dan hanya menampakkan kekosongan dari balik kaca jendelanya. Barang-barang koleksi museum tampaknya sedang diungsikan ke lokasi lain. Rongsokan rak-rak kayu dan lemari kaca tampak bertumpuk di halaman dalam yang terbuka. Langsung terbayang kala halaman ini dulu masih jadi arena bermain para murid sekolah rakyat, dalam visualisasi hitam putih. Nuansa heritage seperti ini memang selalu membangkitkan jiwa sentimentil saya (dan mengasah imajinasi yang kelebihan kuota).

museum terkosong teras dalam utamamuseum terkosong teras utamamuseum terkosong sudut ruang putih

Just stop your crying
Have the time of your life
Breaking through the atmosphere
And things are pretty good from here
Remember everything…

Disgiovery yours!

About the author

Travel Blogger
2 Responses

Leave a Reply