Kuliner Belitung | Nyaman & Nyaman Benar

kuliner Belitung cover

disgiovery.id

BELITUNG punya cita rasa Melayu yang kuat dalam kulinernya, meski sedikit banyak dipengaruhi pula oleh masakan Cina. Tapi bisa dibilang kuliner Belitung ini masuk selera saya yang doyan makanan nyaman (alias enak dalam bahasa Melayu Belitung).  Berikut adalah sedikit dari banyak hidangan kuliner khas Belitung yang pernah saya cicip.

Selamat menikmati!

 

Nasi bungkus daun simpor

nasi bungkus daun simpor 1 nasi bungkus daun simpor 2

Nasi bungkus kami terdiri atas nasi putih, ayam kampung masak ketumbar, goreng teri (atau biasanya ikan cempedik khas Belitung), dan tumis pucuk iding-iding.    Iding-iding sendiri adalah sejenis tumbuhan liar yang berwarna ungu kemerahan dan bentuknya menyerupai tumbuhan paku-pakuan.  Tumis pucuk iding-iding ini teksturnya lembut di mulut.

Nasi bungkus ini tersaji di atas daun simpor dan diikat dengan tali purun. Daun simpor bentuknya lebar sehingga cocok untuk membungkus makanan, dan merupakan tumbuhan khas Belitung. Bahkan batik Belitung pun salah satunya menggunakan motif daun simpor. Tali purun sendiri berasal dari rerumputan rawa yang dikeringkan.  Tali purun dan daun simpor kerap dipasangkan sebagai pembungkus serbaguna.

 

Bedulang

bedulang (1) bedulang (2)

Berupa sajian hidangan dalam satu nampan besar, biasanya 1 set untuk 4 porsi dewasa sesuai dengan filosofinya yakni berbagi.  Bedulang disajikan dalam tudung lambak, dan para tamu baru diperkenankan menyantapnya jika tudung sudah dibuka oleh sang empunya acara.

Hidangan bedulang terdiri atas 5-6 pilihan menu, biasanya berupa sajian burung punai goreng (rasanya mirip ayam kampung hanya saja lebih alot), ikan kerisi goreng (sedap bagai kakap), otak-otak ikan (kegemaran saya), sup gangan (kedoyanan saya banget), tumis umbut (bonggol pohon kelapa, rasanya seperti rebung bambu), telur bumbu kari, ataupun tumis sayuran ala capcay hingga lalapan rebus dan sambal.

Di sisi bedulang tersedia nampan terbuka yang menyajikan nasi putih dan tentu saja hidangan penutup seperti kue bingka (rasanya mirip bika ambon hanya saja teksturnya padat tidak berongga) dan kue kremes, serta teh dan kopi panas.

 

Gangan

gangan laut

Sup ikan dengan potongan nenas. Lazimnya menggunakan kepala ikan laut sebagai bahan baku utama (gangan laut), meski ada pula yang menggunakan daging rusa (disebut gangan darat). Gangan yang otentik sama sekali tidak menggunakan bumbu tumisan melainkan bumbu ulek yang langsung dicelupkan ke dalam kuah. Sup ini berwarna kuning, pekat oleh rempah, gurih oleh ikan, dan asam segar oleh nenas.

 

Mie Belitung

mie Belitung (1) mie Belitung (2)

Mie kuning yang ditumpuk bersama tauge dan irisan ketimun, tahu, kentang, lalu disiram udang dan kuah kaldu kental berwarna kecoklatan, terakhir ditaburi emping dan bawang goreng. Tambahkan perasan jeruk nipis dan sedikit sambal. Temani dengan es jeruk konci.  Rasanya paripurna.

Jika anda mengunjungi Belitung Timur, cobalah cicip mie Belitung Atep di kota Manggar, atau mie Belitung Man Lie di toko Sederhana, kota Kelapa Kampit.

Entah cuma gurauan atau bukan, tapi pemandu kami sempat menjelaskan tentang perbedaan mie Belitung & bakmi Belitung, dimana yang disebut terakhir biasanya mengindikasikan mie Belitung yang sajiannya mengandung daging oink-oink.

 

Berego

berego (1)

Hidangan ini bentuknya seperti kwetiaw gulung yang kemudian disiram kuah kari ikan.  Adonan berego sendiri terbuat dari tepung beras dan sagu yang dikukus dan digulung lalu dipotong-potong.  Teksturnya kenyal, bercampur gurih kuah kari ikan bertabur bawang goreng. Tambahkan sambal jika suka.

 

Jajak

jajak

Jajak (dibaca: jaja’) sendiri berarti kue, biasanya berupa jajanan pasar (entah itu penganan manis atau gurih) yang kerap dibungkus dalam daun simpor.  Jenis penganannya tak jauh beda dengan di Jawa, seperti kue talam, kue apem, kue lapis, ketan isi, dll.

Saya hanya sedikit mencicipi beberapa di antaranya, bukan karena rasanya tidak enak, tapi karena saya tidak suka mengudap yang manis-manis.  Oya, di Belitung ini (atau mungkin di daerah beradat Melayu lainnya) jika kita hendak menolak makanan yang disajikan, hendaklah menyentuh makanan yang disajikan dengan jari tangan (atau menghirup sedikit minumannya).  Demikianlah adab kesopanannya.

 

Serabi & ketan siram saus durian montong

serabi ketan duren montong

Serabi dan ketan mungkin sudah biasa, tapi yang istimewa adalah saus durian montong racikan sendiri dimana daging duriannya berasal dari buah matang yang dipetik langsung dari pohonnya, dan dimakan di tengah perkebunan durian montong.  Bagi penikmat durian, mungkin ini adalah surga dunia.

Kami menyambangi kebun durian koh Hasan di wilayah Kelapa Kampit, Belitung Timur, dan beliau menyajikan kami hidangan luar biasa ini.  Durian montong khas Belitung punya biji yang lebih kecil dengan daging buah yang tebal.  Rasanya?  Cicip saja sendiri 😉

 

Nam-nam & keremuntingan

nam nam & keremuntingan

Nikmatilah pencuci mulut alami dari hutan, yakni buah nam-nam dan keremuntingan. Nam-nam sudah menjadi buah langka di Belitung. Buah ini berbentuk seperti ginjal, berdaging tebal, dan rasanya sedikit masam dengan sensasi manis (teksturnya mirip buah pear).  Keremuntingan sendiri berasal dari tumbuhan perdu liar, bentuknya elips sedikit memanjang, daging buahnya yang asam manis mengandung biji kecil.

Demikian sedikit dari banyak kuliner Belitung yang dapat saya sajikan di sini. Tunggu apa lagi, mari rasakan nyaman-nya! 🙂

 

Disgiovery yours!

About the author

Travel Blogger
42 Responses
  1. Gara

    Itu kalau bedulang, makannya masih pakai piring masing-masing, hanya lauknya yang berbagi begitu, ya? Di daerah saya asa asat makan bersama yang mirip dengan itu :hehe
    Simpor itu tanaman apa? Terus nam-nam itu mirip alpukat, ya!
    O iya, soal adat kesopanan makan yang harus icip sedikit itu, saya jadi ingat teman saya dari Pontianak dulu pernah cerita. Mungkin karena mereka sama-sama adat Melayu, ya :hehe.

    1. Betul, bedulang itu sajian lauk pauk yang dibagi bersama, tapi masing-masing makan di piringnya sendiri, hehehe..

      Simpor itu semacam pohon peneduh karena bentuk daunnya yang lebar. Nam-nam daging buahnya lebih renyah, tidak lembut seperti alpukat.

      Adat Melayu sepertinya memang hampir sama di semua wilayah ya 🙂

  2. hujan tiada henti dari semalam trus kepikiran pengen makan bakmi yg panas2
    trus karena hujan malas keluar kamar jadi jalan2 aja di dunia maya
    eeeeh masuk ke sini jadi lapar
    trus ingat blom nulis tentang mie belitong 😉

    *lapar deh*

  3. Oink-oink itu maksudnya babi kan ya?
    Setau saya memang makanan yang bernama bak- itu aslinya pakai daging babi. Bakmi, bakmoy, bakso, dll. Tapi karena di Indonesia jadi disesuaikan tidak pakai daging babi supaya bisa dimakan siapa saja.

    Otak-otak yang disajikan di Bedulang itu kayaknya gede bener ya? Puas banget tuh. Tapi di Belitung sana mereka makan otak-otak tanpa sambal kacang kah?

  4. aaakkk, nostalgiaan beltim ini maaahhh ..
    untung aku udah makan, bang, jadi ngga ngeces-ngeces amat baca tulisanmu ini ..
    dari semua foto, tetep yang paling menggoda ya kamu, eh, berego, maksudnya .. 😀

    *kelepasan*
    *sengaja padahal*
    *ya sudah lah*
    *kabur naik perahu kater*

  5. fanny fristhika nila

    yg aku penasaran bgt Berego :).. Kayaknya simple, tp psti kuahnya kaya rasa.. Ya kan :D? Lain2nya ampir mirip ama makanan Sibolga yg udh sring aku cicip ;p..Palingan penamaannya aja rada lain..:)

  6. Woww.. Sebagian besar makanan Belitong sudah dicicipi ya Mas. Saya kebetulan asli Kelapakampit. Terima kasih sudah menulis tentang Belitong dengan begitu keren. Salam Kenal

    1. Halo Fadhil, salam kenal juga 🙂
      Wah asli Kelapakampit rupanya, tempo hari saya cuma numpang sarapan mie Belitong di sana sama makan serabi duren. Semoga next time bisa balik kesana buat explore 😉

Leave a Reply