Kujangku Sayang, Kujangku Malang

Kujang statue, taken on a rainy day, early 2012

Scroll this
Kujang statue, taken on a rainy day, early 2012
Kujang statue, taken on a rainy day, early 2012

Tugu Kujang sebagai landmark kota Bogor adalah fotogenik di mata saya, terutama jika sudut pengambilan gambar berasal dari arah zebra cross dekat kampus IPB. Jika cuaca cerah kita bisa melihat monumen tersebut menjulang tinggi di antara hijau pepohonan berlatar belakang biru gunung Salak.

Tapi itu dulu.

Setahun belakangan sedang dibangun sebuah gedung hotel berlantai 14. Banyak warga Bogor menentang pembangunan itu karena bakal gedung baru tersebut seakan ‘menenggelamkan’ tugu Kujang, dan menghalangi akses masyarakat banyak akan pemandangan landmark kota berlatar belakang gunung Salak.  Saya juga resah, karena pemandangan fotogenik andalan saya hilang sudah.

Hal ini pun terjadi di sepanjang jalan Pajajaran ke arah Sukasari.  Akses pemandangan alam ke arah gunung Salak lagi-lagi terhalang oleh bangunan-bangunan ruko bertingkat sehingga menghilangkan ciri ‘jalanan khas Bogor’.  Setahu saya dulu ada perda setempat yang melarang pendirian bangunan yang menghalangi akses pemandangan ke arah gunung Salak, sehingga bangunan-bangunan zaman dulu seperti kantor polisi dan kantor PAM saja ikut turun mengikuti kontur lembah.  Berbeda dengan sekarang, lembah malah diurug, lalu didirikan ruko-ruko bertingkat yang sejajar jalan raya.  Pemandangan alam pun hilang.

Kembali ke tugu Kujang, menanggapi protes warga, maka pemkot Bogor berencana akan memindahkan tugu Kujang tersebut ke lokasi baru. Tunggu, kenapa jadi landmark kota yang harus mengalah dan pindah?  Posisi tugu Kujang di pertigaan jalan utama sudah strategis dan harmonis dengan lingkungan sekitar.   Dalam contoh lain, mungkin ibarat pemerintah DKI harus memindahkan tugu Monas ke tempat lain hanya karena ada pembangunan hotel Alexis mewah di kawasan Medan Merdeka. Menurut saya sih konyol.

Lantas bagaimana dong, bangunan hotelnya saja sudah mau selesai. Sumpah serapah tentu berserakan (selain sampah). Banyak yang menyayangkan kenapa dari awal mula pemkot malah memberi izin pembangunan.  Apalagi di kawasan ini sudah terkenal akan kemacetannya (tak terbayang jika hotel itu nanti sudah beroperasi).

Kujang statue would look like this when the hotel construction is finished.
Kujang statue would look like this when the hotel construction is finished.

Oya menurut kabar terbaru, pemkot akan mengadakan sayembara untuk merancang desain tugu Kujang baru yang lebih tinggi dan monumental di lokasi yang baru *tiba-tiba mengendus duit proyek*

Apapun hasil akhirnya nanti, semoga tetap menjadikan Bogor sebagai kota yang memperhatikan tata ruang & lingkungan & terutama bersahabat dengan alam.

Tapi jujur (saat ini) saya pesimis.

 

selingan masa kecil:

“Bu, kenapa gak ada yang namanya tugu kijang?”
Karena kalau kijangnya ditaruh di atas sana kasihan nanti gak bisa makan.”
*si anak mikir lama* “Emang patung kijang tetep musti makan ya, Bu?
-__-‘

46 Comments

Submit a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.