Kerala Blog Express is Coming! Apa Saja Tips-nya?

Kerala Blog Express (KBE), sebuah blogger trip tahunan yang dihelat oleh Kerala Tourism – India, sudah memasuki beberapa musim dan saya langsung terlempar pada nostalgia. Beberapa tahun lalu saya ikut mendaftar KBE musim pertama dengan maksud meramaikan, dan siapa sangka jika di awal 2014 malah mendapat kabar bahwa saya terpilih sebagai finalis yang diundang ke tanah selatan Hindustan selama 17 hari.

That was totally my ultimate travel-blogging experience of a lifetime.

Popularity Contest is Not for Me

Tepat sekali! Pada awalnya saya pesimis membaca S&K Kerala Blog Express yang mengharuskan peserta mengumpulkan banyak vote. Saya tak punya pengikut berjibun. Tapi saat itu saya sedang ingin mencoba peruntungan, menang syukur gak menang ya nothing to lose. Apalagi rasanya senang juga melihat profil kita kemudian terselip di antara deretan travel blogger dari seluruh dunia. Sekian persen pembaca pastilah akan berkunjung ke blog kita. Syukur-syukur profil kita masuk database agency/tourism board lain.

Saya mengeluarkan setengah amunisi untuk meminta vote hanya dari lingkaran terdekat. Tahu diri karena beberapa bulan sebelumnya saya sudah menodong semua teman untuk memberi suara di kontes The Big Blog Exchange (TBBE) yang diadakan oleh Hostel International (yang konon berakibat skandal karena tak ada satupun semi-finalis Indonesia yang terpilih padahal kami mendominasi 50% suara di Asia). That’s another story, though.

Back to Kerala Blog Express.

Senang juga melihat statistik perolehan vote peserta yang berubah setiap hari. Finalis yang bakal terpilih di akhir kontes adalah peserta dengan perolehan 25 besar vote terbanyak. Posisi saya termasuk stabil di awal, sekitar ranking 30-40an, sampai kemudian masuk nama Dina Rosita yang langsung melejit naik.

Dina Rosita? Siapa dia?

Walaupun belum kenal, tapi senang juga melihat ada peserta Indonesia lain yang berpeluang masuk jadi finalis.

Taufan Gio? Siapa dia?
Dina: Taufan Gio? Siapa dia?

We Must Learn from the Filipinos

Sekitar seminggu menjelang kontes ditutup, di saat kita sudah bisa membaca statistik siapa saja yang berpeluang masuk 25 besar, tiba-tiba negara api menyerang!  Daftar perolehan suara mulai dibikin chaos oleh kahadiran pinay-pinoy yang berbondong-bondong. Dengan perolehan suara fantastis pula!

Intinya jika mengikuti kaidah S&K maka 25 besar finalis Kerala Blog Express sebagian besar adalah travel blogger Filipina.

Saya tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya, apakah dewan juri kemudian melihat bahwa banyak peserta yang kedapatan membeli vote atau bukan, tapi intinya pada akhir kontes KBE finalis yang terpilih adalah peserta dengan vote terbanyak dari masing-masing negara, dan bukan dari total keseluruhan. Langkah yang cerdik mengingat Kerala Tourism tentu mengharapkan kehadiran travel blogger dari berbagai negara di seluruh penjuru dunia, dan bukan didominasi oleh peserta satu negara sahaja.

Tak disangka tak dinyana pada suatu hari di awal Feb 2014 saya mendapat email dari India yang penuh typo (I think it’s their habit in writing) yang menyatakan saya berhasil masuk menjadi finalis Kerala Blog Express.  Awalnya tak percaya, apalagi akun surel mereka menggunakan Gmail.  Tapi setelah ada surat undangan resmi dari pihak Kerala Tourism, akhirnya saya baru percaya bahwa saya resmi menjadi finalis asal Indonesia bersama Dina Rosita dan Indra Setiawan (sayangnya kak Indra lalu mengundurkan diri karena persiapan kelahiran anak pertama).

Di kemudian hari, ketika saya tanya kepada finalis KBE asal Filipina apa rahasianya mereka bisa mendapatkan vote besar-besaran, jawaban mereka cuma: “Kompak. Kami & para follower saling memberi vote satu sama lain demi negara.”

Terlepas dari konflik internal yang terjadi di antara para travel blogger Filipina (saya menyaksikan langsung drama mereka ;)), tapi kita bisa belajar arti kekompakan mereka ketika mengusung nama negeri.

Yang mana Indo yang mana Filipino? Selama di Kerala orang-orang selalu keliru menebak asal negara kami :)
Yang mana Indo yang mana Filipino? Selama di Kerala orang-orang selalu tertukar menebak asal negara kami 🙂

Kenapa Harus Bayar Tiket Sendiri

Beberapa kontes perjalanan mengharuskan peserta membayar sendiri tiket transportasi dari/menuju lokasi.  Kerala Blog Express sendiri punya kebijakan mengganti harga tiket pesawat senilai 50% setelah finalis tiba di India (bahkan di KBE 2 harga tiket diganti sebesar 70%). Tapi intinya finalis harus mengeluarkan biaya sendiri dulu di muka.

Kenapa?

Supaya peserta mempunyai itikad kuat untuk mengupayakan kedatangannya.

Jadi sebenarnya ada banyak kasus free trip (terutama menyangkut tiket PP) dimana di detik-detik terakhir selalu ada saja peserta yang cancel atau menghilang tanpa kabar. Mungkin pikiran mereka seperti ini: Apa ruginya toh aku gak keluar biaya sama sekali buat tiket.

Padahal si organizer sudah jungkir balik mempersiapkan semuanya, termasuk tuan rumah yang sudah mengharapkan kedatangan tamu sesuai daftar, kamar hotel sudah di-book sesuai jumlah tamu, dsb, dst. Jadi untuk mengantisipasi hal ini, beberapa organizer akhirnya memakai sistem reimbursement tiket.

Tapi bisa kan kita tetap berangkat tanpa mengeluarkan biaya?

Bisa. Cari sponsor, dong!

Bagaimana Mencari Sponsor

Gunakan temanmu, manfaatkan jaring-jaring sosial yang sudah kau tebar. Saya mungkin sedang berada di waktu dan tempat yang tepat saat itu. Hamdallah tanpa kendala saya langsung mendapatkan sponsor tiket, uang saku, dan asuransi perjalanan bahkan dari kontak pertama [baca: Tips & Trik Memilih Asuransi Perjalanan].

Langkah pertama tentu membuat media kit (atau portfolio) yang singkat, padat, berisi. Jangan lupa sertakan pengantar pada body email dengan memperkenalkan diri dan menyatakan maksud dan tujuan. Pada intinya adalah bagaimana menyakinkan pihak sponsor bahwa dirimu adalah kandidat potensial untuk digelontorkan dana/endorsement. Perlakukan calon sponsor sebagai pihak yang setara. Jangan menghamba, jangan pula jual mahal. Jelaskan apa yang kau harapkan dari mereka, dan apa yang bisa kau beri balik sebagai kerjasama.  Buat mereka merasa penting tapi buat juga mereka merasa butuh.

Good attitude leads to trust. Setuju?

kerala blog express endorsement
Pose wajib dengan endorsement dari sponsor 😉

Jadi Duta Bangsa di Kerala Blog Express

Tidak melulu berhubungan dengan atribut yang menggambarkan nasionalisme. Saya selalu membawa kaos barong, kain bali, dan celana batik kemanapun bepergian adalah murni karena alasan kepraktisan. Mereka ringan, tak mudah kusut, dan cepat kering. Adalah salah satu keuntungan tersendiri jika kemudian banyak teman-teman mancanegara khususnya di Kerala Blog Express ini yang menyukai apa yang saya pakai.

Pada intinya adalah just be who you are. Pada dasarnya semua orang Indonesia itu berkarakter menyenangkan. Walaupun Dina Rosita dan saya bertolak belakang secara sifat (dia begitu riang & ceriwis sementara saya cuma diam-diam senyum dikulum), tapi kami langsung kompak di pertemuan pertama [baca: Antara Jakarta-Trivandrum Kita Jatuh Cinta].  Bisa dibilang peserta Indonesia dibandingkan negara-negara lain itu paling ramah dan murah senyum, dan gak bawel menuntut macem-macem. Pada akhirnya kami berdua malah sering ditempatkan di kamar-kamar terbaik oleh panitia. Bukan kebetulan jika (sepertinya) delegasi Indonesia menjadi peserta favorit KBE pada saat itu 😉

Jadi, teruskan perjuangan kami, teman-teman. Ayo mendaftar di web resmi Kerala Blog Express and join the fun & worthy experience!

Disgiovery yours!

kerala blog express soda boat
Here’s Michi! Ketika kami berlagak mabo’-mabo’an 😀
About the author

Travel Blogger
26 Responses
  1. Halim

    Drama blogger pinoy perasaan belum ditulis di blog ya? atau aku kelewatan nggak baca? Hahahaha #kepo
    Sukak banget kalimat –> just be who you are… dan memang abang satu ini pendiam yah. Baiklah besok kalo ketemu lagi bakal kucerewetin 😛

  2. Salut deh dengan prinsip blogger-blogger filipina, harusnya ini kita contoh juga nih. Gak peduli siapapun yang berangkat, yang penting saling kompak dan mendukung. Toh rejeki sudah ada yang mengatur. Iya khan?

    By the way makasiih infonya, ikutan ah. Siapa tau ini kesempatan kedua berkunjung ke India 🙂

  3. Aku menebar jaring terus dapetnya ikan terus aku makan. Gimana dong? *minta dilempar ikan*
    “…sementara saya cuma diam-diam senyum dikulum.” –> ini karena selalu mikir kapan makan kan? 😀
    Aku lagi di Kochi nih, tapi sejauh ini cuaca kurang bersahabat. Mudah-mudahan besok gak hujan jadi bisa setidaknya eksplor dikit.

      1. Hmmm, tadi lupa minum obat kayaknya. Sekarang aku udah bisa main bola lagi!
        Btw tadi siang ternyata langit cukup cerah setelah pagi ini hujan deres. Mungkin aku harus sering-sering komen di sini supaya langit cerah terus. Kami rencananya mau ke Kumarakom sama Munnar juga. Btw Nyepi bukannya di Bali ya? Kok di Munnar ada juga?

Leave a Reply