I Love RI Goes Bangkok

Scroll this

Thai Hip Trip | Day 1 | 090519

YIPPIE! Ini adalah kunjungan perdana kami ke Bangkok, Thailand. Tak heran jika kupu-kupu dalam perut bahkan sudah mulai berterbangan sejak beberapa hari sebelumnya.

Siang itu kami berkumpul di terminal 3 bandara Soekarno-Hatta. Tampilan hits: kaos I Love RI, kecemete mentereng, koper trendi. Pepotoan sebentar di areal parkir, lalu beramai-ramai masuk ke lobby terminal. Tak lama kemudian kami kembali ke parkiran, teteup geret-geret koper dengan tampilan gaya.
Hohoho, ternyata kami salah masuk terminal, karena penerbangan internasional tetap lewat terminal 2. Dududu…

Tapi kaos I Love RI yang kami pakai pun bisa membawa berkah. Setibanya di terminal 2, tampak antrian check-in untuk penerbangan ke Bangkok saat itu sudah cukup panjang. Namun seorang petugas dengan ramah mempersilakan kami untuk check-in di counter yang masih kosong. Cuma kami saja, sementara penumpang lain tetap harus antri di counter yang penuh. Senangnya!
Mungkin petugas itu berpikir kalau kami anggota delegasi atau kontingen apakah gitu yang hendak dikirim ke Bangkok. Hoorray!

Selain itu ada pula satu kejadian lucu sewaktu kami menuju boarding lounge. Dari jauh tampak seorang petugas boarding mengawasi. Lalu sewaktu melewati scanner, beliau bergumam begini:
“IRI. IRI. Maksudnya apa IRI?”

Bingung sejenak, namun ketika petugas itu menunjuk kaos kami, barulah semua tertawa. “Maksudnya I Love RI, Pak!”

Bapak petugas itu pun baru paham. “Oalah, dasar anak jaman sekarang, sukanya pake istilah-istilah baru!” Grmbl.. Grmbl..

Hehehe 🙂

Singkat kata singkat cerita, perjalanan Jkt-Bkk memakan waktu 2 jam 45 menit. Beruntung, penerbangan kami tepat waktu, dan langit sore sedang indah saat itu. Sekitar pukul 19 kami pun mendarat di bandara Suvarnabhumi, Bangkok.
Bandara ini sungguh bersih bening berkilau. Bikin kami kagum. Tengok sini, waaaaah! Tengok
sana, waaaaah! Lihat biksu, waaaaah! Lihat papan penunjuk berhuruf Thai, waaaaah!
Fun Fact #1
Sejak dari airport hingga Khao San, tampak beberapa kali Man tersenyum-senyum sendiri. Olala, ternyata ia dengan jeli mengamati beberapa orang yang diindikasikan ladyboy alias waria. Mulai dari petugas bandara hingga kasir di Seven Eleven. Fakta ini sekaligus bikin kagum, bahwa di Thai waria bisa mendapat pekerjaan layak sebagaimana masyarakat umumnya.

Perjalanan dilanjutkan dengan shuttle bus dari airport menuju Khao San road (bus fare ThB 150 each), tak jauh dari tempat kami menginap.
Sudah jauh hari kami telah pesan kamar di Wild Orchid Villa (sesuai rekomendasi teman kami, Kie, yeah you rock gal!), di jalan Chana Songkhram. Kamar yang kami pesan lumayan luas, ada TV, AC, teras, dan private bathroom (room rate ThB 850/night). Overall, Wild Orchid Villa ini tempatnya asyik, really homey, mengingatkan kami pada beberapa hostel bernuansa Bali di Poppies Lane, Kuta.


Sisa hari itu kami habiskan dengan bergerilya menyusuri kehidupan malam di jalan Khao San. Suasana sungguh ramai luar biasa, banyak turis lalu lalang, parade musik berdentum dari bar-bar, gerobak dan lapak dagangan nan unik berjejer sepanjang jalan, aroma masakan meruak seiring desis minyak panas di kuali, diselingi teriakan para pedagang dalam bahasa Thai. Dinamis.


Fun Fact #2
Kaos I Love RI sungguh menarik perhatian di Khao San. Seorang turis kulit hitam bahkan sempat menghentikan langkah kami sambil bilang: “Cool! I love Indonesia!”
Bangga pun!
Ada beberapa kali lagi kami
disapa, dan hampir semua bisa menebak jikalau kaos yang kami pakai tsb menggambarkan cinta Indonesia.(Beuh, bandingkan dengan petugas bandara di Jakarta yang cuma bisa melafalkan kata IRI pada kaos kami).

Fun Fact #3 | internetan ThB 10 per 15 min
Berlibur gak online bagai naik pesawat tanpa tiket promo!
Hohoho, beruntung di tempat kami menginap tersedia jaringan wifi, plus beberapa PC dengan koneksi internet cepat. Uniknya, kita harus memasukkan koin TB 10 ke dalam PC itu
, layaknya celengan, sebelum jaringan diaktifkan. Tiap 15 menit, akan terdengar bunyi TIIIT TIIIT, tanda koin selanjutnya harus dimasukkan (otherwise screen akan terkunci otomatis). Biarpun agak mahal dibanding tarif warnet di Jakarta, tapi sebandinglah buat misi update status di Bangkok ;p


Fat Fact | cost under ThB 100 each
kuliner perdana: sate sosis ibab (you know-lah siapa yang mengonsumsi ini, hehehe..)
jajanan selanjutnya: roast beef sandwich yang panjaaaaaang, spring roll (alias lumpia thai), seafood salad (isinya: cumi, udang, crab, kerang, ceker ayam, baso ikan, sosis ayam, rumput laut, soun, daun ketumbar, daun2an lainnya yang diracik dengan kecepatan cahaya oleh seorang emak Thai nan ramah, rasanya: asem seger pedes nikmat!)

 

 

kisah esok
ada untungnya dikira orang Thai | another fun fact about ladyboy ;p

91 Comments

Submit a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.