Gunung Kembar | Curug Sawer

Sebelumnya telah dikisahkan bahwa Badai cs terperangkap dalam pesona kupu-kupu malam kupu-kupu alam dalam petualangan mereka di lembah gunung kembar. Apa yang terjadi selanjutnya, sila simak di sini…..

curug Sawer

“Ayo kita kemon!” seru manusia punggung tiba-tiba menyadarkan lamunan kami. Dengan tongkat di tangan, dia melangkah tegap di muka bagai mayorette dari gua hantu. ;p

Kami pun melangkah meninggalkan jerat kupu-kupu pemikat di jembatan tua itu. Gemuruh air di kejauhan menandakan letak air terjun sudah tak jauh. Udara terasa makin lembab. Jalan setapak makin basah dan licin.

Oya, setelah berkutat sekian lamanya memasuki hutan menjauhi peradaban, ternyata masih ada sinyal hape yang mampu menembus belantara. Dan kasihan sekali oknum yang pake sinyal kuat, karena wiken di hutan begini masih ditelponin buat ngeberesin kerjaan. Gak cuma sekali, tapi beberapa kali, dan udah gitu dia musti nelponin kliennya juga.

Saya jadi ingat salah satu iklan telekomunikasi dari majalah luar yang tagline-nya begini:

THE GOOD THING IS: YOU’RE ALWAYS CONNECTED TO THE OFFICE
THE BAD THING IS: YOU’RE ALWAYS CONNECTED TO THE OFFICE

Grrrr, rupanya kondisi itulah yang sedang dialami oleh oknum kita saat ini. ^_^v

Eniwei, jalan setapak berakhir di sebuah tanah lapang yang hangat terkena sinar matahari. Terdapat pula deretan warung jajanan, dan beberapa gelintir pengunjung yang herannya tidak kami temui satupun dalam perjalanan trekking tadi.


Tunggu, di ujung sana terdapat sebuah plang bertuliskan:
“Pangkalan Ojek, 50 m”

Gubrax! Susah payah trekking 2 km ternyata ada pula jalur pintas untuk ojek? Kok bisa? KOK BISA??? *histeris*

Namun gemuruh air terjun yang bertalu-talu seakan memanggil kami untuk selekasnya bergabung. Segala gundah hilang sudah. Bergegas kami menyusuri sungai berbatu menuju hulu.

Yes, akhirnya terhampar di hadapan kami curahan air terjun yang deras berbuih. Cipratan airnya bagai kabut, terasa dingin dan segar. Malah terdapat lengkung pelangi mungil di salah satu sudutnya. OMG, Curug Sawer memang indah nian.

curug Sawer

Cukup lama kami berada di sana, bermain air, foto-foto, foto-foto, dan foto-foto. Kkkkk! Niat main monopoli hilang sudah.

Sangat disayangkan, lapak-lapak dagangan di sepanjang jalan menuju air terjun sedikit banyak mengurangi estetika alam. Belum lagi banyak sampah berserakan di sela-sela bebatuan. Dasar Indon, kenapa sih pada suka buang sampah sembarangan! 🙁

Tak terasa, hari telah merambat petang ketika kami mulai merintis jalan setapak pulang. Tunggu, kenapa gak naik ojek aja?
Ada beberapa alasan:
1. gak afdol kalo pulangnya gak menempuh jalur trekking tadi
2. aksi protes sama ojekers yang ternyata punya rute sendiri
3. ongkosnya mahal (20rb per orang)
4. waspada itu perlu, kalo ternyata ojekers punya niat lain gimana? bisa aja di tengah jalan kita dirampok, lalu disekap di warung remang, dan dijadikan budak nafsu *halusinasi menjadi-jadi*

Alamak, ternyata rute pulang lebih berat. Jalurnya lebih mendaki. Jalanan lebih licin habis diguyur hujan. Malah di beberapa spot jalurnya kini berubah menjadi sungai kecil. Belum ditambah kehadiran pacet-pacet mungil yang kehausan darah. Benar-benar menguras stamina dan konsentrasi.

Akhirnya dengan pengorbanan keringat dan darah (dan ingus) kami pun tiba jua di peradaban. Dan saya menanggung derita lain: gejala flu yang sudah mendera sejak malam sebelumnya akhirnya mengambil alih situasi. Srooot! Srooot!
Ditambah kepala pening yang makin pusing karena sejak tadi tidak menemukan tempat sampah. Hellooooooo, di Taman Nasional tidak ada tempat sampah loh!

Dengan masygul saya memasukkan kantung plastik berisi sampah-sampah kami selama perjalanan tadi ke dalam mobil, untuk dibuang nanti kalau menemukan tempat sampah di perjalanan pulang.

Padahal sampah2 ini nantinya dibakar atau dikubur, sementara wadah-wadah styrofoam seperti bekas Pop Mie atau makanan instan lainnya kalo dibakar malah melepas CO2 ke atmosfer, atau kalau dikubur malah mencemari tanah karena tak bisa diurai. Huhuhu, maafkan kami, bumiku. T_T

Kami pun pulang meninggalkan Cisaat dengan kesadaran baru akan pentingnya ‘beradab’ dengan alam. Gunung Gede-Pangrango telah memberi kami makna hidup dan gairah untuk kembali. Bayangkan, menyusuri lembahnya saja sudah mengasyikkan, apalagi nanti menyesapi puncak kembarnya…

🙂

TAMAT

About the author

Travel Blogger
62 Responses
  1. jazzterday

    duniamaya said: dimana ada aldi, selalu ada norman…ckckckckckckk… kaliaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaan….

    oooooooooooooooooo…………………*baru tau*jadi skrg aldi “sama” norman yah…..????xi xi xi …………….

  2. pryabiasa

    Dengan masygul saya memasukkan kantung plastik berisi sampah-sampah kami selama perjalanan tadi ke dalam mobil, untuk dibuang nanti kalau menemukan tempat sampah di perjalanan pulang+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++Bagoooss… patut dicontoh nih, biasanya tuh orang2 kota kalo ngehutan suka buang sampah sembarangan (gue=orang hutan dalam sesungguhnya :-))btw ini tulisan genre baru ya Di (model feature NG bersetubuh dg featurenya PB) .. gue suka hehheh

  3. sandoz1975

    kayaknya Carbon monoksida deh… CO.Eh gosip ya….. ga ikutan ah…..biar ilalang dan deru air terjun yang menjawab….hihihihihi…..

  4. duniamaya

    jazzterday said: jadi skrg aldi sama norman yah…..????

    chev ga usah patah hati gt dong komennya… kkkkk* kompor mleduk *

  5. jazzterday

    duniamaya said: chev ga usah patah hati gt dong komennya… kkkkk* kompor mleduk *

    aduh Jeng Maya……….!!!!!!DisTro masih mau koqqqqq…..belum kepikiran buwat banting setir jadi ‘Haluan Kiri’…..xi xi xi…….

  6. duniamaya

    theophile said: huahuahuahuhajangan jadikan saya objek penderitaaaaannnnnnn…hehhehhehehhe…

    emang nak norman menderita kenafa?kamu diapain selama naek2 gunung itu? hihihihihihi….

  7. jazzterday

    duniamaya said: distrooo.. dah paten punya mentari, maap ye ;payo itung lagiiiii * numpang promosi *

    padahal gue brani bayar Rp. 1/detik loh……….!!!!

  8. duniamaya

    theophile said: gw di suruh jalan jongkok sama badai….*wakakkakakkakak….becanda ya bapak badai…. :-p*

    wakakakakaka.. kirain suruh jadi tiang BTS biar ada sinyal =D

  9. duniamaya

    jazzterday said: padahal gue brani bayar Rp. 1/detik loh……….!!!!

    coba norman, jelaskan pada bapak chev ttg distro..jng cuma pada mandang cantiknya yg selevel sm aku itu dong* awas jng pada mules * ;p

  10. duniamaya

    theophile said: huaaa…tenang aja..sinyal kita kuat kok di sana imoy….*punya indosat*

    bagoesssss… sering2 aja kamuh jalan2 sampe puncak dan landai ya..cek2 sinyal kita, klo masiy ada yg blank segera laporkan teknikal..aku juga suka gt hihihihihi * tll peduli sm perush *

  11. duniamaya

    kkk.. baru mo bilang gt kis, ternyata dah kamu duluanmas njas perlu di cuci otak tuh biar ga joyok2an gt komennyaaaa….btw, nero jenisnya paan?.. sama ma yg punya ya? hihihihi… tp pasti gantengan nero kkkkk

  12. theophile

    ehem…..*sebenernya waktu itu gw bawa BTS mini pas lagi naek gunung….ajdi sinyal indosatnya teteup kuat…hehehehhe :-p *

  13. trasyid

    prolognya tidak mendebarkan seperti yang pertama… hahaha..ada pesan moralnya juga toh mas.. stop global warming. sepakat! oia, bukannya plastik juga mengalami penguraian tapi dalam waktu yang sangaaaaaat lama?

  14. hellmeed

    duabadai said: Tunggu, di ujung sana terdapat sebuah plang bertuliskan:”Pangkalan Ojek, 50 m”

    gubraaaks…!!!ha ha ha…LOL

  15. icalsensei

    duabadai wrote today at 4:20 AMicaaaal, lo ditunggu di room Laskar Plangi, semua menunggu komentar lo tuh*sok misterius*—————————–umm room berapa yah.salam buat tante melsyedia kurang bayar gw!!jangan mau enaknya doank!!emang enak apa pegel pegel!!*ical kerja sambilan jualan bakpaw di kamar hotel**sambilan yang aneh huh?**kayaknya OOT banget ya gw.. Omongan Omongan Tcabul**ok gw balik dolo take care**bintang lima!!*

  16. margueritedaisy

    hai Aldi…apa kabar? senangnya jalan2 ke gunung…besok2 kalau bawa bekel jangan yang pake styrofoam lagi yaaa…(^_^)

  17. entropygemini

    <——- pangeran bumi yang cakep tiba2 turun dari khayanganhay kisanak yang balu belajar menanak, ini sampah dibuang2 sembarangan, membuat bumi ini kotor aja.harusnya dikumpulin dong buat bikin prakarya.*dengan sekali sulap, aldi berubah jadi kodok bangkok*ngomong2 lain kali ajak2 saya dong kalo mau enak2an dibalik hutan, huhuy

  18. duabadai

    margueritedaisy wrotehai Aldi…apa kabar? senangnya jalan2 ke gunung…besok2 kalau bawa bekel jangan yang pake styrofoam lagi yaaa…(^_^)===================================================hai Anna… kbr baik… kamu gmn? iya, next time kalo jalan2 diusahakan bawa bekel nasi timbel aja, biar bungkusnya daun pisang, hehe… ^_^v

  19. duabadai

    entropygemini wrote<——- pangeran bumi yang cakep tiba2 turun dari khayangan============================================nah ini nih yang musti introspeksi mendalam dari diri lo ;p

Leave a Reply