Lakon Kabut Antara Genting, Hong Kong, dan California

TERBANGUN dalam nuansa buram. Mata seharusnya sudah melihat terang. Saya angkat tirai jendela. Cuma kelabu tampak. Kabut pekat. Kaca jendela basah. Pantas semalam terasa dingin menggigit di Genting Highlands. Siluet kereta gantung muncul tanpa suara, bagai kutu-kutu bermesin dari antah berantah. Sudah pukul 7 pagi lewat namun kesunyian masih mengikat.

Sesekali terdengar dengkur halus dari kamar sebelah. Walter. Pasti kecapekan usai kerja lembur semalam. Entah pukul berapa ia akhirnya menutup laptop karena saya sudah pamit tidur duluan. Sebenarnya tak ada kantuk saat itu, tapi saya tahu saya harus istirahat. Masih ada kegiatan yang harus dijalani hari berikutnya.

genting berkabut

Malam sebelumnya kami memang masih terpekur menatap layar laptop masing-masing. Ini salah satu sisi kehidupan travel bloggerย yang kamu harus tahu. Usai acara (rekreasional) padat di siang hari, biasanya kami masih harus bekerja di malam hari (kadang jauh hingga larut). Seperti halnya di Genting Highlands ini. Tirai jendela malam itu dibiarkan terbuka, menampakkan suasana malam Resorts World Genting. Siluet gedung-gedung tinggi menjulang saling berdekatan. Petak-petak cahaya dari tiap jendela ruang/kamar tersamar oleh kabut yang bergulung-gulung. Sesekali bayangan kereta gantung melintas. Lampu neon dari logo Hotel First World berpendar kemerahan.

Sepenggal memori tergali, tanpa sadar saya bergumam sambil menatap jendela, “Mirip suasana Hong Kong.”

Tanpa mengalihkan pandangan dari laptop, Walter menyahut, “Memang Hong Kong seperti ini, Bang?”

Singkat saya terucap, “Dalam film.”

genting mirrorgenting theme park hotel

Chungking Express. Salah satu film yang mendekatkan saya pada suasana (dan realita) Hong Kong, bahkan walaupun saya belum pernah ke sana. Gedung-gedung tinggi gemerlapan, gang-gang kecil penuh sesak, dan manusia-manusia dalam perannya masing-masing. Wong Kar Wai. Sutradara terpuji yang berhasil membuat saya merasa sebagai sel tak bernama dalam arus nadi Chungking yang deras mengalir. Betapa sebuah lagu dalam film tsb bisa tersangkut lama dalam benak selama bertahun-tahun. California Dreamin’.

All the leaves are brown and the sky is gray
I’ve been for a walk on a winter’s day
I’d be safe and warm if I was in L.A.
California dreamin’ on such a winter’s day

genting hotel first world

Sejak kali pertama menginjakkan kaki di Genting Highlands dan check-in di Theme Park Hotel, alam bawah sadar saya sudah mendengungkan irama lagu ini. Gedung-gedung tinggi menjulang berlatar puncak-puncak bukit. Baja-baja kelabu. Lampu-lampu neon. Manusia-manusia Cina Daratan. Cuaca yang nyaris selalu basah oleh kabut. Dan obsesi saya akan Hong Kong versi Chungking Express menyeruak. Mungkin seperti karakter Faye dalam film tsb yang gandrung akan lagu California Dreamin’.

Lagu lawas tahun 1965 ini menggambarkan kerinduan akan hangat California. Sebenarnya lebih dari itu. Kerinduan manusia akan kehangatan jiwa. Entah oleh pujaan hati, atau kebebasan itu sendiri. Dan hal itu tak bisa diukur dengan jarak, yang jauh melampaui Genting, Hong Kong, atau bahkan California.

Bahkan kabut tebal seperti pagi ini malah menghangatkan hati saya karena ide-ide yang bebas berkelebat. Salah satunya tertuang dalam video di bawah.

 

Disgiovery yours!

About the author

Travel Blogger
5 Responses
  1. OMG, Gio! Aku pun penggemar Chungking Express! Dan lagu California Dreamin’ (gara-gara filmnya).
    Video kamu oke juga tuh, mood lagunya lumayan dapet. Apalagi yang adegan orang lalu-lalang samar-samar, mengingatkan ke adegan pas si Faye Wong ngintip Tony Leung di eskalator sebelah apartemennya. Hahahaha.
    Dulu pas aku ke Hong Kong sengaja banget ke Chungking Mansion, dan berhasil foto di depannya. Tapi pas masuk, iseng-iseng lihat kayak apa di dalamnya, mmm.. lumayan keder, soalnya suasananya ya dodgy gitu. Pas keluar lewat gang sebelahnya, ada kios-kios yang jual majalah porno. Langsung deh aku sama temen (cewek juga) jalan cepet-cepet soalnya nggak nyaman :))) Semoga Gio bisa segera ke sana yaaaaa ๐Ÿ˜€
    Ah senangnya ketemu 1 lagi teman yang suka Chungking Express ๐Ÿ˜€

    1. Makasih kak Vira! Senang ada yang suka Chungking Express juga ๐Ÿ™‚

      Wah seru pisan udah pernah ke Chungking Mansion. Keknya kalo aku kesana musti didampingi orang lokal biar aman, hahaha!

Leave a Reply