Disgiovery’s Best & Worst 2015

Scroll this

best-&-worst-2015

disgiovery.id

2016 sudah berjalan namun 2015 masih dalam ingatan. Perjalanan saya selama setahun kemarin bisa dibilang lebih beragam tema dan pengalaman. Ada talkshow di beberapa radio, peluncuran buku antologi Menghirup Dunia, trip bersama pak menteri, jalan-jalan mancing cumi di negeri jiran, hingga menjadi pembicara di Aceh Blogger Gathering. Di 2015 pula akhirnya terwujud wacana road trip de Java (bersama blogger internesyenel pula!), tak pantang bertualang di bulan Ramadhan (bahkan sempat mendaki gunung Prau), menjejak kaki di titik paling selatan Indonesia di Rote, hingga menyusuri jejak tsunami Aceh yang bikin haru biru.

Saya senang karena ada masa menjalin teman baru, atau menemui teman maya di dunia nyata, atau bahkan mengenal teman lama secara lebih baik melalui perjalanan. Syak wasangka adalah pelajaran saya di 2015, bahwa rasa bangga dapat menumbuhkan prasangka tidak baik [silakan baca tulisan saya di rumah rahasia: Pride & Prejudice]. Sebagai seorang yang terbiasa detail, saya juga belajar untuk menikmati perjalanan tanpa perlu mencari tahu informasi tujuan. Hasilnya? Epic fail! Hahaha! Banyak hal-hal berharga yang luput dari radar saya selama perjalanan tsb (sebagai seorang Aries hal ini sangat mengganggu). So I think I’ll keep doing it the Arian way! Setuju dong teman-teman sepertandukan sekalian? #caritemen

Berikut adalah highlight perjalanan saya selama 2015. Semua kategori di bawah ini murni berdasarkan faktor interest & sentimental pribadi. Dan semoga tahun yang baru ini bakal lebih baik dan bermakna.

 

Disgiovery yours!

 

category: POSTS

best-posts

BEST BLOG-POST

Kepada Gunung-Gunung Yang Dicuri

Entah apa yang merasuki saya tatkala menulis artikel ini, yang jelas seperti sedang menuangkan unek-unek di buku diary yang ada kuncinya (ini cuma pengandaian lho ya 😉). Memang bertahun sudah saya gundah melihat pembangunan bertubi-tubi di kota Bogor dan sekitarnya yang kelihatan sama sekali tak mengindahkan kaidah estetika. Pemandangan lepas ke alam bebas sudah semakin langka.

 

BEST PHOTO-POST

10 Reasons Why You Should Explore Timor

Awalnya dari pengantar seorang teman: “Kupang gak ada apa-apanya!” yang malah membuat saya penasaran ingin datang kesana. Tanpa disangka keberuntungan menerbangkan saya ke Kupang hingga dua kali dalam selang waktu beberapa bulan, dan yang terakhir malah bisa menyambangi lokasi-lokasi terbaik di pulau Timor.

 

BEST VIDEO-POST

Poetic Solitude

Awalnya kerap menulis puitis, lalu dalam perkembangannya menjadi penulis praktis, dan akhirnya saya berpikir tak ada salahnya (sesekali) kembali ke akar. Kali ini rangkaian kata menyertai sebuah video pendek. Sebenarnya inspirasi Poetic Solitude ini adalah lokasi dimana video tsb difilmkan.

 

category: FACTS

best-island
BEST ISLAND

Pulau Semau, NTT

Ibarat seorang gadis, cantiknya memesona namun tak semua orang kuasa menaklukan. Ia dekat, namun bagai tak tersentuh. Pulau ini liar dan panas, butuh jiwa petualang untuk menyusuri medannya. Pantai-pantai tersembunyi di tiap teluk, di balik karang, di bawah bukit, membuat adrenalin bergelora.

Pulau Nikoi, Kepri

Inilah pulau resort dengan pengelolaan terbaik. Jumlah pengunjung dibatasi kuota. Kerusakan lingkungan sangat minimal. Tak ada penebangan pohon di Nikoi, semua pondok kayu di sini dibangun dari material pohon tumbang atau kayu yang hanyut di laut. Hutan asli dibiarkan tak tersentuh termasuk kawasan pantai yang menjadi lokasi penyu bertelur.

 

best-landscape

BEST LANDSCAPE

Fatumnasi, Timor Tengah Selatan, NTT

Penggemar film The Lord of The Rings akan merasakan suasana Middle Earth yang sebenarnya dalam perjalanan menuju Fatumnasi, sebuah desa kecil di kaki gunung Mutis. Batu-batu karang, bukit-bukit marmer, pohon-pohon gundul meranggas, lumut-lumut pada batang pepohonan, atmosfer yang setengah mistis, membuatmu setengah berharap melihat penampakan sekawan hobbit, laskar peri, dan pasukan orc. Dan saya tahu pasti ada kisah-kisah legenda yang mewarnai tanah agung ini.

Lembah Batu Brak, Lambar, Lampung

Berada di kota kecil Liwa yang saya juluki negeri kabut karena tiap pagi kabut tebal tampak menyelubungi alam. Lembah yang kami datangi bahkan tak terlihat olehnya. Namun pelahan kabut akan menyingkir dan menyingkap apa yang tersembunyi di balik selubungnya. Bagai pengalaman spiritual tersendiri. Uniknya bahkan beberapa warga lokal tidak menyadari keberadaan lembah ini. Kabut berhasil menyembunyikannya.

Krueng Raya, Aceh Besar, Aceh

Gambaran saya akan pemandangan alam permai bak terhampar di sini. Bukit-bukit berkarpet hijau dengan kawanan lembu yang tengah merumput hingga tebing-tebing karst terjal yang membatasi pantai sungguhlah memesona. Benteng tua dan makam kuno menjadi daya tarik tersendiri. Kepada saya ditunjukkan pula keberadaan fosil-fosil kerang di sebuah bukit. Bukit hijau yang bikin saya kepingin ‘guling-guling’, lalu ‘plung’ nyebur ke pantai dan ‘cibang-cibung’ di lautnya yang biru toska.

 

best-beach

BEST BEACH

Pesisir barat pulau Rote, NTT

Satu pesisir dengan beragam karakter. Ada pantai Nembrala yang jadi sentra resort & penginapan, pantai Bo’a yang berombak besar dan cocok untuk berselancar (dan berenang di sini sungguhlah pengalaman seru), pantai Fimo’ok yang terletak di semacam teluk hingga airnya tenang namun sejuk (dan pantai ini menghilang tatkala air surut), dan pantai Dela tempat yang ideal untuk leyeh-leyeh sambil menyaksikan matahari terbenam. Semuanya gratis, dan beberapa serasa pantai pribadi karena tak ada orang lain, kecuali babi-babi beruntung yang tiap sore memantai untuk menyantap rumput laut. Lelucon di antara kami: Babi aja sunset-an di pantai tiap hari, kalau kamu?

 

worst-beach

WORST BEACH

Kebanyakan pantai di pesisir Anyer-Carita, Banten

No, bukan pemandangan alamnya (malah sunset view di sini termasuk juara dengan siluet gunung Krakatau di cakrawala), tapi lebih kepada pengelolaan yang berantakan. Pantai-pantai malang ini sudah dipatok-patok (oleh pemda ataupun pribadi), lalu tiap kavling diberi nama mentereng (pantai Karang Meong, pantai Candaria, pantai Tumaritis, pantai Pasir Putih Florida Indah, dll, yang kemungkinan setelah berganti kepemilikan bisa jadi nama pantai akan berubah lagi), kemudian diberi tarif masuk mahal tanpa jaminan kenyamanan dan keamanan. Tukang parkir berebut lahan parkir, ibu-ibu penyewa tikar berebut lahan sewa, calo-calo ramai menawarkan paket tour, warung-warung makan menembak harga sesuka hati. Semoga ada perbaikan ke depannya karena terus terang saya suka menyambangi pantai-pantai ini (terutama kalau lagi sepi).

 

worst-handicraft

WORST HANDYCRAFT

Ukiran nama di dinding Candi Bima, Dieng, Jawa Tengah

tersangka: ‘Adil’

Ukiran nama di tebing karst Ujong Batee Puteh, Aceh

tersangka: ‘Imam & Rini’

 

worst-souvenir

WORST SOUVENIR

Sampah di kolam Masjid Agung, Semarang, Jawa Tengah

tersangka: ibu-ibu

Sampah di ujung jalan Ujong Batee Puteh, Aceh

tersangka: alay-alay

category: FUN

best-song

BEST SONG

Khwabon Ke Parindey (Alyssa Mendonsa & Mohit Chauhan)

Lagu smooth jazz yang setia berkumandang selama road trip kami menyusuri Cirebon-Dieng-Jogja. Mood lagu ini cocok dengan perjalanan bermobil berlatar pemandangan indah bercuaca cerah. Diambil dari soundtrack film Bollywood berjudul Zindagi Na Milegi Dobara, video klipnya dijamin bikin kamu kepingin road trip juga!

Lava (Kuana Torres Kahele & Napua Greig)

Lagu bernuansa Hawaii yang didominasi petikan ukulele ini diambil dari film pendek berjudul sama, dan dinyanyikan tanpa aba-aba dan semena-mena oleh seorang teman seperjalanan (nama dirahasiakan tapi sebut saja ia Bobby) selama trip #ExploreTimor dan #ExploreRote kemarin. Entah melodinya, entah cara Bobby merusak lagu ini yang membuat nyanyian ini ‘nancep’ di kepala, hahaha!

best-food

BEST FOOD

Mie instan & cumi segar

lokasi: suatu malam di atas perahu pemancing cumi di laut Cina Selatan (lepas pesisir Terengganu, Malaysia)
alasan: kejutan kecil dari awak kapal yang tampaknya iba melihat tamu kedinginan dan kelaparan, hasilnya adalah mie kuah pedas panas ditambah irisan cumi hasil tangkapan (BEST-nya si cumi manis dan empuk!), apalagi kemudian saya diizinkan menandaskan hidangan di dalam panci 😀

Gonggong (siput laut)

lokasi: Batam & Bintan, Kepri
alasan: menambah vitalitas (hahaha, sesederhana itu!), oh well siapa yang tak suka hidangan laut rebus dicocol sambal, ditambah lagi momen dimana kami ‘dikerjai’ oleh pendamping lokal, ia hanya mencomot 2 cangkang, sementara kami dibiarkan kalap menghabiskan beberapa porsi, lalu setelah selesai ia bilang kalau santapan kami berkolesterol tinggi dan bikin ‘panas’ di malam hari 😀

best-drink

BEST DRINK

Kopi sanger

Paduan kopi, susu, dan gula yang seimbang tapi tidak terlalu pekat. Saya bukan peminum kopi, tapi sejak pulang dari Aceh kini nyaris tiap hari saya menyeduh kopi sanger (walau hanya kemasan sachet). Sekarang mulai senewen karena stock sanger harus disayang-sayang, pacar aja kalah disayang #ehgimana

Mogu Mogu (rasa kelapa)

Minuman rasa air kelapa segar dengan nata de coco, pendamping setia selama trip di Lampung. Kemanapun kami pergi hingga ke daerah terpencil di Bukit Barisan Selatan pasti ada saja toko swalayan yang menjual produk ini. Setelah balik ke Jawa saya langsung panik karena tak menemukan Mogu Mogu di dekat rumah. Untung situasi sekarang sudah aman terkendali.

 

category: FEAR

best-adventure

BEST ADVENTURE

Mendaki gunung Prau, Dieng, Jawa Tengah
Wacana sejak lama yang akhirnya kesampaian, justru di bulan Ramadhan. Berangkat menuju puncak gemilang cahaya lewat tengah malam dalam suhu mendekati nol derajat, lalu tiba di Prau saat matahari terbit, kembali menyentuh ranjang penginapan pukul 10. Kekuatiran kami akan batalnya puasa karena haus/lapar ternyata tak terbukti.

Menyelam di Gua Kristal, Kupang, NTT
Menyelam sekitar 2 meter saja, selebihnya hanya snorkeling ala-ala di permukaan air sambil melihat-lihat bebatuan dalam air nun di dasar sana. Konon ada terowongan yang menghubungkan gua ini dengan laut. Tak heran air di kolam ini sedikit payau. Tapi saya tak mau ambil resiko menyelam lebih dalam karena tak ada freedive buddy. Selain itu kondisi dalam gua tampak misterius dan tak tersentuh.

Squid jigging di Terengganu, Malaysia
Mancing cumi yang dikemas jadi wisata menarik oleh negeri jiran. Berperahu ke tengah laut pada saat gelombang sedang tinggi, hasilnya semua peserta tumbang kena jackpot, hahaha! Malam itu kami sampai dievakuasi oleh kapal polisi laut. Untung pada pelayaran berikutnya beberapa hari kemudian laut sedang bersahabat, dan acara mancing cumi sukses!

best-thriller
BEST THRILLER

Pantai tak bernama di Pesisir Barat, Lampung
Orang-orang menyebutnya pantai cantik. Saya lihat ia memang memesona dengan bentangan pasir putih yang luas dan ombak biru kehijauan. Tapi.. disebut pantai cantik karena tragedi seorang perempuan cantik yang diculik, diperkosa, dan dibunuh di lokasi ini. Mendadak terasa ada kesedihan dan kehampaan. Apalagi salah satu teman kami (nama dirahasiakan tapi sebut saja ia Encip) mondar-mandir gak jelas sambil menyeret-nyeret kantung plastik yang diikat pada seutas tali.

Satu ranjang kosong di kamar hotel tua di Banda Aceh
Ketika tahu saya sendirian dan mendapat kamar twin bed, seorang teman Aceh (nama dirahasiakan tapi sebut saja ia Citra) langsung mengirim pesan: “Hati-hati ya bang, kalau ada yang tidur di ranjang sebelah, ajakin ngobrol aja gimana waktu tsunami dulu.”

Gak lucu, Cit! Gak lucu! T_T

 

 

 

 

44 Comments

Submit a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.